Hits: 0

Setiap Malam Dijaga Satu Waker

0206_Komputer Panel Kobelco

DAMAI – Seperangkat peralatan canggih di dua unit alat berat jenis Exavator PC200 merek Kobelco dan Komatsu, raib digondol maling. Akibatnya, PT Titan Trans Energy selaku pemilik alat berat tersebut mengalami kerugian hingga Rp 950 juta. Padahal, kerugian besar telah dialami sub kontraktor PT Ketapang Hijau Lestari itu, karena lima alat berat mereka ditahan masyarakat setempat sejak setahun lalu.

Kehilangan itu diketahui saat penjaga malam atau waker TTE, Keceng, hendak memeriksa lima alat berat di kawasan Muara Perak, Kampung Besik Kecamatan Damai, Kamis (21/5/2015). Setiap malam selama setahun ini, ia menjaga alat berat yang parkir sekitar 7 kilometer dari camp KHL. Ketika hendak membuka pintu kabin salah satu Exavator atau backchoe (beko), kunci yang dibawanya setiap hari tidak bisa membuka. “Lalu saya coba menarik pintu, eh bisa terbuka. Di dalam saya lihat sudah tidak ada beberapa alat,” katanya pada KabarKubar.com di Markas Polsek Damai, Senin (1/6/2015) pagi.

Diungkapkan Keceng, 32 tahun, hanya peralatan di dalam kabin kedua beko yang dicuri. Sedangkan peralatan di kabin tiga Dozer merek Caterpillar tipe D56 yang parkir berjarak sekitar 20 meter tidak ikut digondol maling. Keceng segera melapor ke manajemen perusahaan atas kehilangan tersebut. Kemudian pimpinan TTE, Paulus Rungga melapor ke Polsek Damai. “Tapi baru hari ini laporan ditindaklanjuti, karena polisi menunggu surat kelengkapan alat beratnya dari kantor di Samarinda,” kata pria yang beralamat di Desa Sumber Rejeki Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara ini.

Keceng tidak tahu persis berapa kerugian atas kehilangan tersebut. Namun berdasarkan informasi sejumlah rekannya, satu unit Monitor LCD Panel harganya bisa mencapai kisaran Rp 400 juta. Belum lagi sejumlah alat lain yang turut digasak pencuri yang diduga melakukan aksinya di siang hari. “Jadi kalau dihitung dari dua beko ya sampai Rp 950 juta mas,” jelas pria asal Pulau Jawa ini.

Kepala Polsek Damai Ajun Komisaris Polisi Jamhari, mengakui ada laporan kehilangan dari TTE tersebut. Hanya saja, untuk keterangan lebih lanjut diminta menghubungi pihak Polres Kutai Barat terlebih dahulu. “Tolong kordinasi dulu dengan humas Polres pak, kalau sudah disetujui baru kami buka data laporannya,” ujarnya di ruang kerja pagi tadi.

Dari informasi diterima KabarKubar.com, kelima alat berat ditahan masyarakat sejak setahun lalu. Alasan warga Kampung Besik, KHL selaku perusahaan perkebunan sawit belum melakukan kewajibannya terhadap masyarakat setempat. “Belum selesai membersihkan lahan satu hektar, alat ditahan warga,” terang Keceng mengenang kejadian setahun lalu itu.   #Hendri Philip

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here