Hits: 0

Singkong Kasetsart Lebih Bernilai Ekonomis

Bartolomeus Iku yang juga Anggota DPRD Kabupaten Kutai Barat, juga bersemangat untuk menanam Singkong Kasetsart dengan alasan peningkatan ekonomi dan memberikan contoh bagi masyarakat Kubar lainnya. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Perusahaan pengolahan tepung tapioka PT Cempaga Jawau Industri menunjukkan keseriusan untuk membangun pabrik di Kabupaten Kutai Barat. Selain mendatangi beberapa lahan yang dinilai cocok didirikan pabrik, perusahaan yang diawaki anak muda ini juga berjibaku memantau lahan-lahan potensial perkebunan. Targetnya, mendapat pasokan sedikitnya 1.000 ton singkong setiap hari untuk diolah di pabrik.

“Tapi kami tidak membuat kebun inti, karena kami memakai pola kemitraan. Jadi kami tidak membeli lahan untuk dijadikan kebun. Agar masyarakat bisa mendapat hasil berkesinambungan, dan punya hak atau keuntungan atas lahannya sendiri,” kata William Setyobudi, Direktur PT CJI yang ditemui KabarKubar di salah satu penginapan di Kelurahan Simpang Raya, Rabu 24/10/2018.



William menjelaskan, saat ini mereka sedang mengkaji status lahan yang sedianya dibangun pabrik. Apakah masuk dalam Areal Penggunaan Lain atau Areal Peruntukan Kehutanan. Sehingga harus berkoordinasi lebih dulu dengan pihak Badan Pertanahan Nasional dan Bagian Hukum Sekretariat Kabupaten Kutai Barat.

Setidaknya dibutuhkan lahan seluas 40 hektare untuk membangun pabrik dan fasilitas lainnya. “Untuk pengolahan limbah saja kita butuh 10 hektare. Kalau mau asal, ya bisa saja. Tapi kita ingin mematuhi aturan, agar niat baik usaha ini tidak terkendala hukum,” ujar pemuda asal Kota Surabaya ini.

William Setyobudi melihat kebun salah seorang masyarakat yang sedang dibersihkan untuk ditanami Singkong Kasetsart. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ia menambahkan, lokasi pembangunan pabrik juga memperhitungkan sejumlah hal. Antara lain jarak pasokan dari petani hingga jarak pengiriman dari pabrik ke pelabuhan. Sehingga memudahkan pemasaran, atau transportasi bahan-bahan lain yang digunakan di pabrik.  Setiap bulannya, dibutuhkan 28 ribu ton singkong yang akan menghasilkan sekitar 8.000 ton tepung tapioka.

“Saat ini sedang dirancang MoU (Memorandum of Understanding atau nota kesepahaman), termasuk soal penggunaan pelabuhan. Karena caran paling mudah mengangkut hasil pabrik adalah pakai tongkang,” jelas William.

Lebih lanjut diterangkan Pelaku Usaha Singkong, Nikolas Dio, untuk 1.000 ton perhari dibutuhkan pasokan panen setidaknya dari lahan seluas 50 hektare. Jika lahan untuk pabrik telah didapat, pembangunan akan dilakukan dalam waktu 8-12 bulan. Sebelumnya perusahaan akan dibentuk dengan domisili usaha di Kubar. Sehingga akan ada tambahan pendapatan asli daerah bagi daerah dari sektor pajak. “Itu kalau tidak ada kendala di lapangan. Dan kami mau lokasinya diperkirakan bisa menampung panen dari Mahulu (Kabupaten Mahakam Ulu),” katanya.

Bibit Singkong Kasetsart yang didatangkan sebanyak lima truk tronton ke Kubar, untuk dijadikan bibit dalam lahan seluas 62,5 hektare. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Soal varietas Singkong Kasetsart yang akan dijadikan komoditi, diakui karena nilai ekonomisnya lebih tinggi dibanding varietas lainnya seperti Singkong Gajah. Sebab sari pati Singkong Kasetsart juga lebih banyak, sehingga harga jualnya lebih tinggi. “Beratnya juga lebih normal dan mudah dicabut. Tapi singkong lokal juga silahkan ditanam, karena pabrik juga menerima. Sebanyak-banyaknya masyarakat bisa memasok, pabrik bisa tampung,” jelas Nikolas Dio.

Atas rencanan CJI, Raimundus Dullah, Warga Kelurahan Simpang Raya, cukup antusias. “Ini program jangka pendek yang bagus buat kita. Kalau Sawit kan tidak semua bisa menanam. Tapi singkong ini siapapun bisa. Makanya saya sangat senang dengan program ini, tidak akan merugikan masyarakat,” tukasnya.



Diberitakan sebelumnya, lima truk tronton bermuatan batang singkong tiba di Kubar. Singkong yang didatangkan PT CJI itu, direncanakan jadi bibit untuk program perkebunan singkong. Dinas Pertanian Kubar telah menyiapkan lahan seluas 81 hektare untuk ditanami. Yakni di UPT Empas 20 hektare, Benung 4 hektare, Pegalaq 14 hektare, Lahan Pemkab arah RSU Harapan Insan Sendawar 17 hektare, Lahan Pemkab samping Alun-Alun Itho 6 hektare dan lahan milik Petinggi Benung seluas 20 hektere.

“Singkong tersebut akan ditanam di lahan seluas 62,5 hektare dulu. Ini menjadi lahan pembibitan awal, dan nantinya setelah panen bisa disebar lebih luas bibitnya,” ujar Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Barat, Maliki. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here