Hits: 2

Jaang: “Tapi Jangan Sampai Berlawanan Dengan Hukum Formal”

Ketua Umum PDKT, Syaharie Jaang, bersama para tokoh masyarakat Dayak di Lamin Adat Kampung Pepas Eheng Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu 10/2/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Sebagai wadah paguyuban dari berbagai sub etnis Suku Dayak di Provinsi Kalimantan Timur, Persekutuan Dayak Kalimantan Timur mendorong pelestarian adat dan budaya Dayak. Terlebih di Kabupaten Kutai Barat yang menjadi salah satu basis masyarakat adat Dayak dari berbagai sub etnis. Namun, diharapkan tidak berbenturan atau berlawanan dengan hukum formal atau hukum negara.

Diungkapkan Ketua Umum PDKT, Syaharie Jaang, PDKT merupakan paguyuban yang menaungi beragam sub etnis Dayak di Bumi Etam. Dan memiliki visi dan misi untuk melestarikan adat dan seni budaya Dayak yang ada di Kaltim. “Kita harus lestarikan adat budaya leluhur,” ujarnya dalam Temu Kangen Tokoh Masyarakat dan Masyarakat Adat Kubar, di Lamin Adat Kampung Pepas Eheng Kecamatan Barong Tongkok, Sabtu 10/2/2018.

Jaang mengakui ada perdebatan soal posisi hukum dalam budaya Botor Buyang yang disebut tidak sama dengan Judi. Terlepas dari melanggar hukum formal atau tidak, harus tetap dilestarikan jika adalah bagian dari budaya warisan leluhur. “Saya imbau para kepala adat merumuskan dengan baik. Bagaimana acara adat dan hukum adat kita ini tidak berbenturan dengan hukum positif atau hukum negara,” katanya.

Menurut Jaang yang saat ini menjabat Walikota Samarinda, adat dan budaya adalah suatu kekayaan yang mesti dijaga dan dilestarikan. Kubar telah menunjukkan upaya pelestarian budaya, salah satunya adalah 6 Lamin Adat yang berada di Kompleks Taman Budaya Sendawar. Yakni Lamin Adat Dayak Tunjung, Dayak Benuaq, Dayak Bahau, Dayak Kenyah, Dayak Aoheng dan Melayu atau Kutai.

Lamin yang tampak megah namun asri tersebut dinilai merupakan lambang luar biasa dan menjadi wadah yang harus dilestarikan. “Jika seandainya ada ritual atau aturan adat yang kurang tepat, atau salah kami lakukan dalam acara ini, saya mohon maaf sebesarnya. Karena saya sangat menghargai adat budaya leluhur kita,” ungkap Jaang yang lahir di Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, dan memiliki leluhur dari Dayak Bekumpai.

Dihadiri sekitar 500 orang, Temu Kangen diisi dengan beragam ritual adat. Dimulai dengan penjemputan rombongan Jaang dan para tokoh adat Kuas Utas yang dipimpin Manar Dimansyah dan Misel dari Presidium Dewan Adat Kubar. Kemudian penyambutan oleh tokoh masyarakat dan tokoh adat setempat dengan diiringi tarian daerah. Lalu Tepung Tawar sebelum menaiki Lamin Adat.

Tampak hadir Sekretaris Dewan Adat Dayak Kaltim, Dr Martinus. Ada juga Wakil Ketua PDKT Yulianus Henokh, Ketua Harian PDKT Kubar Paul Vius, dan Ketua Sempekat Tonyooi Benuaq Kubar Stepanus Ujung. Ada puluhan lagi tokoh masyarakat Kubar yang berasal dari Dayak juga hadir di Lamin Adat itu.

“Saya juga memperkenalkan kepada masyarakat adat, jika bapak Syaharie Jaang akan maju dalam Pemilihan Gubernur Kaltim tahun 2018 ini,” kata Noriah Kanon, Ketua Panitia Temu Kangen tersebut. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here