Paul Vius: “Demokrat hanya satu, Ketumnya AHY”

Pengurus, kader dan simpatisan Partai Demokrat di Kabupaten Kutai Barat sepakat menyatakan penolakan terhadap KLB Deli Serdang. SUNARDI/KABARKUBAR.COM 

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kisruh Partai Demokrat imbas dari Kongres Luar Biasa atau KLB di Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara, disikapi tegas para kader internal. Tidak terkecuali Dewan Perwakilan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Kutai Barat.  Para pengurus dan kader sepakat menyatakan menentang KLB yang diselenggarakan pada Jumat, 5 Maret 2021 itu.

Bersama sejumlah rekan pengurus, Paul Vius selaku Ketua DPC Partai Demokrat Kubar mengaku tetap berpegang pada hasil Kongres V Partai Demokrat. Karena dihadiri oleh pemegang hak suara yang yang sah. Serta secara legalitas sampai saat ini masih tercatat di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

DPC Partai Demokrat Kubar dengan tegas menolak, alias tidak mengakui KLB dimaksud. “Saya selaku Ketua DPC yang memiliki hak suara yang sah, hadir dalam Kongres V Demokrat. Jadi saya tegaskan, Demokrat hanya satu, dan ketua umumnya adalah Agus Harimukti Yudhoyono (AHY),” kata Paul Vius pada Senin, 8 Maret 2021 di Kantor DPC Partai Demokrat Kubar.

Mempertegas sikap itu, para kader Demokrat Kubar melaksanakan Apel Siaga Satu sejak pagi tadi di Kantor DPC Partai Demokrat Kutai Barat. Sebagai wujud penolakan KLB Deli Serdang itu.

“Terkait KLB Deli Serdang, itu KLB abal-abal. Karena dihadiri oleh orang bukan pemegang hak suara. Untuk diketahui, pemegang hak suara ada di Ketua DPC, Ketua DPD, Ketua DPP dan Ketua Luar Negeri,” tambah Paul Vius.

Paul Vius menerangkan, berdasarkan AD/ART Partai Demokrat, KLB bisa dilaksanakan minimal diikuti 50 persen dari jumlah keseluruhan DPC. Kemudian minimal dua pertiga jumlah DPD. Selain itu, harus ada persetujuan dari Majelis Tinggi. Apabila tidak memenuhi syarat-syarat itu, maka tidak bisa dilaksanakan atau tidak sah.

“KLB Deli Serdang tidak hanya inkonstitusional, namun juga merampas hak demokrasi rakyat. Kami bersama seluruh DPC se-Indonesia telah membuat surat pernyataan bermaterai, menolak KLB,” ungkapnya saat disinggung klaim kubu KLB Deli Serdang yang mengatakan bahwa KLB sah secara konstitusional.

Ia menegaskan kembali, tidak ada satu pun kader Partai Demokrat di Kubar yang masih aktif menghadiri KLB Deli Serdang. “Kalaupun ada yang mengatasnamakan DPC Kubar, berarti orang itu memberikan keterangan palsu, dan tentu ada konsekuensi hukumnya,” kata Paul Vius yang duduk sebagai Anggota DPRD Kubar sejak tahun 2014.

Pengurus DPC Partai Demokrat Kubar menyatakan solid mendukung AHY dan tegas menolak KLB Deli Serdang. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Sekretaris DPC Partai Demokrat Kubar, Noratim, mengaku jajaran pengurus Partai Demokrat Kubar tidak ada yang mengetahui ataupun mendapatkan undangan KLB tersebut. Andai ada pihak-pihak yang menghadiri KLB, dan mengatasnamakan DPC Kubar, itu dinyatakan tidak benar.

“Jika ada yang mengaku utusan DPC Kubar, kami akan buat laporan kepolisian. Karena bagi kami, yang sah secara hukum, Demokrat satu, Ketumnya AHY,” tegasnya.

Yansel yang dipercaya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kubar, sangat menyayangkan langkah yang telah diambil oleh Moeldoko. “KLB tidak sesuai dengan AD/ART partai, kok mau saja main telepon menerima jadi ketua umum,” ungkap pria yang dua periode menjabat Anggota DPRD Kubar.

Soal Apel Siaga, Paul Vius meyakinkan akan terus dilakukan oleh DPC Partai Demokrat Kubar bersama kader dan simpatisan. Sampai ada respon positif dari pihak pemerintah. “DPC Demokrat Kubar tetap solid dukung AHY, sampai titik darah penghabisan,” tegasnya. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here