Hits: 0

Keduanya Tante dan Keponakan, Besok Dimakamkan di Hilir Ujoh Bilang

LONG BAGUN – Dua korban speedboat Irari 02 yang hilang di Riam Hidah berhasil ditemukan tim gabungan dari Search And Rescue, TNI dan Polri, Selasa (4/8/) kemarin pagi. Namun kedua korban, yakni Hipui Hang (58) dan Devung D Jaang (27) ditemukan tidak bernyawa sekitar 5 kilometer dari lokasi kejadian. Korban yang masih bersaudara tersebut ditemukan mengapung dan dievakuasi ke rumah duka, RT 01 Kampung Ujoh Bilang Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Mahakam Ulu.

Diungkapkan Kepala Polsek Long Bagun, AKP Ahmad Abdullah, tim menemukan kedua korban dalam selang waktu berbeda. Hipui ditemukan sekitar pukul 06.30 wita di kawasan KM10 bagian hulu camp PT Kalimantan Berkah Timber dan Roda Mas Group. Lalu sekitar sejam kemudian, Devung ditemukan lagi di lokasi yang sama. “Kedua korban ditemukan di Teluk Miting, tidak jauh dari Muara Sungai Nyaan (Log Pond PT KBT) dan langsung dibawa ke rumah duka,” ujarnya.

Personel Polsek Long Bagun bersama tim gabungan terus melakukan pencarian sejak kejadian kecelakaan sungai yang mengakibatkan 4 penumpang speedboat hilang di kawasan Riam Panjang, Kampung Long Tuyoq Kecamatan Long Pahangai, Minggu (2/8).

“Ibu Hipui itu tante dari Devung DJ, jadi tante dan keponakan. Yang belum ketemu itu ibu (Telan) dan anak kandung (Yek Hang). Besok akan dimakamkan di pekuburan seberang sebelah hilir kampung,” imbuh Nani, tetangga dan masih bersaudara dengan korban.

Diberitakan sebelumnya, kawasan Riam Panjang kembali menelan korban. Empat jiwa masih belum diketemukan sejak, Minggu (2/8/) siang. Mereka adalah Hipui Hang, Yeq Hang, Telan Hang dan Devung DJ. Keempatnya terjatuh ke air dari dalam speedboat Irari 02 yang terhempas gelombang di derasnya arus Sungai Mahakam, tepatnya di Riam Hidah. Speedboat dengan 2 unit mesin bertenaga 200PK tersebut dinahkodai Aleksius Liah Tekwan (42).

Menurut Kepala Polsek Long Pahangai, AKP Urat Hutasoit, speedboat berangkat dari Dermaga Long Bagun Kabupaten Mahakam Ulu menuju dua kecamatan di hulu riam Sungai Mahakam. Sekitar pukul 08.00 wita, speedboat berangkat dengan mengangkut 22 penumpang menuju Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari. Seperti biasa, speedboat singgah di warung makan terapung di bagian kiri seberang Muara Sungai Nyan, sekira 100 meter di hilir camp PT KBT. Selang 15 menit kemudian speedboat melanjutkan perjalanan. “Tepat di Riam Hidah, speedboat tidak mampu melewati derasnya arus gelombang dan oleng hingga seluruh kemasukan air. Empat penumpang masih belum ditemukan sampai hari ini,” ujarnya.

Urat Hutasoit mengungkapkan, 18 penumpang yang berhasil selamat terdiri dari 9 pria dan 9 perempuan. Yakni Lena (48), Pidai (20), Payaq, Long H, Uring Dalung, Lahai, Sinta (30), Jannette (3), Hulau Ding (28). Kemudian Helaq H, Dalung, H Tingang (34), Nalang (9), M Juk Ding (38), Norbertus K (45), Albertus (39), Yot (30) dan Edy (27). “Motoris (Alexsius), warga RT 5 Kampung Long Bagun, Kecamatan Long Bagun, sudah diamankan di Mapolsek Long Pahangai untuk dimintai keterangan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata Mahulu, Alfred menyebut speedboat tidak karam. Tapi terdampar ke tepian sungai akibat kerasnya arus dan gelombang air. Gelombang besar di Riam Hidah membuat jarak pandang motoris berkurang, bahkan saat itu pandangan tertutup oleh gelombang. “Speedboat akhirnya mundur dan tiba-tiba oleng, penumpang pun ada yang terjatuh ke air. Penumpang lainnya berpegangan di badan speedboat, hingga speedboat terdampar ke tepi sungai dalam kondisi masih tetap terapung,” jelasnya. Alfred menyebut kondisi air Sungai mahakam saat kejadian relatif stabil di kawasan Riam Panjang.    #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here