STB Kaltim Pertanyakan Sikap Polres Kubar, Terkait Dikabulkan Penangguhan Penahanan 12 Tersangka

44 views
Sangat disayangkan Organisasi Besar Dayak  terkesan tidak mampu memberikan jaminan
12 Tersangka kasus Erika Cs vs PT. EBH, yang disetujui penangguhan penahanannya oleh Polres Kubar. ( Istimewa )
SENDAWAR – KABARKUBAR.COM

Organisasi Dayak Sempekat Tonyooi Benuaq Kalimantan Timur, akhirnya buka suara usai Polres Kutai Barat  mengabulkan penangguhan penahanan 12 tersangka kasus PT Energi Batu Hitam, pada Rabu 19 April 2023 lalu.

Dikabulkannya penangguhan penahanan itu diberikan atas permohonan dan jaminan keluarga yang merupakan orang tua dari salah satu tersangka yakni Dolson Dondang,  kemudian anggota keluarga lain para tersangka yang ikut bertandatangan dan mengetahui yakni Mei Christy, Daud Partogi Situmorang dan Husor Situmorang.

Melalui Koordinator Bidang Hukum, STB Kaltim Yahya Tonang, menyatakan bersyukur pihak kepolisian akhirnya membebaskan 12 tersangka yang sebagian merupakan warga kampung Dingin kecamatan Muara Lawa yang ditahan sejak Sabtu 25 Maret 2023.

Yahya Tonang mengapresiasi sejumlah orang yang ikut membela warga Dayak yang sedang berurusan dengan hukum. Hal tersebut menandakan bahwa semakin hari Dayak semakin berjaya dan eksis, khususnya dalam melakukan pembelaan atau pendampingan bagi kaumnya dalam bermasalah hukum seperti ini.

Namun Pria yang berprofesi sebagai Pengacara tersebut menyayangkan sikap Kapolres Kubar yang baru menyetujui pengalihan penahanan setelah munculnya Mei Christy dan Daud Partogi Situmorang.

“Saya melihat dasar mengabulkan penangguhan tersebut formulasinya sama saja dengan yang dilakukan tim pencari solusi damai Kaltim dan unsur lembaga adat lainnya pada tanggal 26 Maret lalu. Tetapi malah ditolak polisi dengan alasan Erika Siluq waktu itu tidak mau datang ke Polres dan tetap membuat gaduh di media sosial,” ungkap Yahya Tonag kepada Kabarkubar.com via sambungan telepon. Sabtu 22 April 2023.

Ditambahkannya, sangat disayangkan seolah-olah organisasi STB Kaltim dan organisasi-organisasi besar paguyuban dayak lainnya tidak mampu memberikan jaminan terhadap warganya. Justru jaminan datang dari perorangan yang dikabulkan kepolisian hanya dalam waktu dua hari.

Untuk diketahui, selaku Kordinator bidang hukum STB Kaltim, Yahya Tonang mendorong agar Erika Siluq Cs segera mengupayakan perdamaian sebelum kasusnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Tetapi dia sedikit kecewa terhadap sikap Kapolres Kutai Barat yang terkesan menomor duakan jaminan para tokoh besar dayak Kalimantan Timur. Termasuk bupati Kubar FX Yapan.

Bukankah selain tokoh kami juga merupakan keluarga sebagian tersangka. Dia mengaku tidak mempermasalahkan penangguhan penahanan demi terciptanya kondusifitas Kutai Barat.

Hanya saja dia bilang STB Kaltim tidak ikut bertanggungjawab jika terjadi wanprestasi terhadap syarat-syarat yang dituangkan dalam surat permohonan Dolson Dondang yang diketahui Mei Chrissthy cs.

“Mengingat apa yang dipaparkan didalam media online tanggal 21 April 2023 bahwa salah satu bahan pertimbangan Kapolres mengabulkan penangguhan yang diajukan Dolson Dondang adalah surat dari TPSD sebelumnya,” tulis pengacara asal Muara Lawa, Kubar tersebut.

Menurutnya bekeberadaan Organisasi-organisasi Dayak adalah wadah pelindung dan pengayom masyarakat adat dayak. Bahkan ikut bertanggungjawab terhadap kondusifitas Kalimantan Timur sebagai IKN Nusantara.

Namun sikap Polres Kubar yang menomorduakan organisasi Dayak tersebut ikut mencederai rasa kepercayaan publik terhadap para tokoh maupun lembaga adat di Kaltim.

“Bagaimana rasa kepercayaan masyarakat ke depan terhadap organisasi-organisasi tersebut. Karena pandangan penegak hukum terkesan apatis. Berkaca dari peristiwa ini maka kita semua harus bicara serius,” katanya.

Tonang mengaku sejak awal STB Kaltim berharap masalah yang terjadi antara Erika Siluq Cs dengan PT EBH segera selesai dan berakhir dengan perdamaian.

Mengingat banyak juga warga STB yang ikut kena dampak dari sengketa tersebut terutama yang bekerja sebagai karyawan PT Riung Mitra Lestari

Media ini mencoba mengkonfirmasi Kapolres Kutai Barat terkait proses dikabulkannya penangguhan penahanan, Namun belum bisa terhubung sebab masih dalam Perayaan hari Raya Idulfitri.  #Kornelius

 

Komentar

comments