Hits: 22

Akan Bentuk Satgas Khusus Untuk Menagih Tunggakan Pelanggan

Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Perusahaan Daerah Air Minum atau PDAM Tirta Sendawar Kabupaten Kutai Barat telah memasang jaringan atau instalasi air bersih ke 1.728 rumah warga di wilayah perkotaan. Pemasangan sambungan baru itu merupakan subsidi dari pemerintah pusat diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Diungkapkan Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati, pihaknya terus berbenah dalam memberikan akses layanan air bersih kepada masyarakat. Sebab distribusi air bersih melalui jaringan perpipaan PDAM belum menjangkau seluruh warga. Terutama masyarakat berpenghasilan rendah karena kemampuan daya beli.

Oleh karenanya, sebanyak 1.728 kepala keluarga berpenghasilan rendah mendapat subsidi. Yang masuk Program Hibah Air Minum Perkotaan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN Tahun 2021.

Pemasangan sambungan bersubsidi tersebut telah selesai dilakukan pada Rabu, 29 September 2021. Program hibah akan berlanjut di tahun 2022 mendatang. “Tidak gratis, namun bersubsidi.  Masyarakat diberikan keringanan, bisa lakukan pembayaran dengan mengangsur,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja.

Untung mengatakan, subsidi bisa membantu pemerintah daerah untuk mencakup layanan air bersih melalui PDAM. “Kalau melalui pemasangan reguler cukup terkendala, karena biayanya cukup tinggi,” jelasnya.

Disinggung kemampuan PDAM Tirta Sendawar dalam melayani pelanggan yang ada, saat ini Boster PDAM yang ada di kawasan Gunung Punai lebih sebulan telah difungsikan. Jika ditotal, PDAM Tirta Sendawar mampu melayani tambahan pemasangan sambungan rumah hingga 9.000 unit.

Sejak dilantik sebagai Direktur PDAM Tirta Sendawar, Untung Surapati telah mengoperasikan empat cabang layanan air bersih. Yakni di Siluq Ngurai, Muara Lawa, Besiq dan Sakaq Lotoq yang sebelumnya tidak beroperasi.

Tahun 2022 mendatang, pihaknya berusaha untuk memberikan layanan air bersih ke kampung- kampung yang saat ini belum ada jaringan air bersih. Bukan berarti layanan air bersih ini tidak ada kendala.

Misalnya, beberapa waktu lalu layanan masih sering macet alias tidak mengalir. ,hal ini di sebabkan kebocoran dan pipanya pecah. “Jika ada laporan pipa pecah atau bocor, saat siang hari atau malam pun, petugas kami langsung berangkat menangani kebocoran tersebut,” ungkap Untung.

Boster IV PDAM Tirta Sendawar di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Barong Tongkok. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Ia berharap peran serta masyarakat untuk aktif melaporkan jika ada kebocoran pipa. Menggingat keterbatasan petugas yang ada dan jika sudah ada kerusakan biasanya membutuhkan waktu satu sampai dua hari untuk perbaikan. Untuk normalisasi layanan jaringan, butuh waktu hingga dua hari.

Persoalan lain yang dihadapi perusahaan daerah ini adalah banyaknya pengguna layanan air bersih ini yang melalaikan kewajibannya alias menunggak pembayaran bulanannya. Tunggakan tersebut bervariatif antara tiga bulan, enam bulan bahkan ada yang satu tahun. Sehingga jika dikalkulasikan, total tunggakan mencapai miliaran rupiah.

“Kami memiliki filosofi ‘Pelanggan Setia dan PDAM Setia’. Oleh karenanya kami berusaha semaksimal mungkin memberikan layanan air bersih kepada masyarakat. Harapannya masyarakat setia kepada PDAM, melalui bagaimana kewajiban bayar bulanan,” terangnya.

Sejak tahun 2016, PDAM Tirta Sendawar dijalankan secara mandiri. Pembayaran bulanan oleh pengguna layanan yang digunakan untuk operasional, hingga untuk gaji pegawai. “Kami akan  bentuk satuan tugas khusus untuk penanganan pengguna layanan yang menunggak,” tutup Untung. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here