Hits: 2

Tahun Ini Kukuhkan 134 Warga Baru dan Siap Bangun Padepokan 1 Hektare

Peletakan Batu Pertama Padepokan PSHT Kubar di atas lahan seluas 1 hektare di Kampung Sumber Bangun Kecamatan Sekolaq Darat, Minggu 15/10/2017. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Persaudaraan Setia Hati Terate Cabang Kutai Barat baru saja mengukuhkan 134 Warga Baru. Kehadiran mereka menjadikan PSHT Kubar memiliki 1.325 Pendekar hingga tahun 2017 ini. Sebagai perguruan silat, PSHT diminta juga menjadi wadah mencetak prestasi atlet dengan tanpa batasan suku, agama atau golongan.

“Warga PSHT harus hidup berdampingan dengan siapapun dan di mana saja. Tidak boleh membeda-bedakan suku, agama atau ras,” kata Sekretaris Majelis Luhur PSHT, Cahyo Wilis Gerilyanto, saat Pengesahan Warga Baru Tingkat I PSHT Kubar, Minggu 15/10/2017 di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar di Barong Tongkok.

Soal pengesahan, Kang Mas Cahyo Wilis Gerilyanto menyebutkan, Warga Baru PSHT selalu disahkan pada bulan Suro. Alasannya, di masa lalu, rahmat, mujijat atau peristiwa kebanyakan diturunkan di bulan Suro. “Kami harap calon Warga Baru dapat percikan rahmat dan ridhoNYA. Sehingga jadi tahu yang salah dan berbudi pekerti luhur,” katanya, seraya mengingatkan untuk lebih waspada menyaring informasi.

Ketua IPSI Kaltim, Syaharie Jaang, Sekretaris Majelis Luhur PSHT, Cahyo Wilis Gerilyanto, Asisten II Setkab Kubar Yohanes Kinam dan para undangan saat Pengesahan Warga Baru Tingkat I PSHT Kubar, Minggu 15/10/2017 di Balai Agung Aji Tulur Jejangkat, Kantor Bupati Kubar di Barong Tongkok. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Menurut Ketua PSHT Cabang Kubar, Suparlan, sudah ada 13 Ranting PSHT di Kubar. Setiap kecamatan memiliki 1 Ranting, minus Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Long Iram dan Penyinggahan. Sore hari sebelum pengesahan 134 Warga Baru, Kang Mas Cahyo Wilis Gerilyanto telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan Padepokan PSHT Kubar. Di atas lahan seluas 1 hektare di Kampung Sumber Bangun, Kecamatan Sekolaq Darat, yang terletak sekitar 4 kilometer dari jalan aspal.

“Bagaimana PSHT menjadi seperti ini di Kubar, tidak mungkin dikerjakan sendiri. Ini adalah perjuangan para pelatih di tiap rayon. Yang telah mengorbankan pikiran, mental dan tenaga mendidik anak-anak,” ujar Suparlan di acara yang dihadiri Asisten II Setkab Kubar Asisten Yohanes Kinam, Kasdim 0912/Kubar Mayor Inf Wahyudi, Ketua IPSI Kubar Syamsuniq, Ketua KNPI Kubar FX Sumardi dan Ketua Ika Pakarti Kubar Yohanes Mas Puncan karna.

Pengesahan 134 Warga Baru sendiri merupakan acara sakral, dengan 8 nasi tumpeng dan 134 ekor ayam yang dipersembahkan seekor dari setiap calon Warga PSHT. “Setiap nasi tumpeng memiliki makna tersendiri,” imbuh Suparlan.

Asisten II Setkab Kubar, Yohanes Kinam, bersama para Pendekar PSHT di lokasi Peletakan Batu Pertama Pembangunan Padepokan PSHT Kubar. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Ketua Pengurus Daerah Ikatan Pencak Silat Indonesia Provinsi Kaltim, Syaharie Jaang mengatakan, PSHT telah berkiprah sejak jaman penjajahan. Sebelum kemerdekaan, para senior PSHT terlibat menyatukan anak bangsa untuk kemerdekaan bangsa. “Saya sudah 11 tahun (27 November 2006) disahkan jadi Warga Baru oleh Kang Mas Budiharjo. Pelatih saya tentara, namanya Kang Mas Jamal. Bahkan Presiden kita, Bapak Joko Widodo juga anggota PSHT,” katanya dalam sambutan.

Diakui Syaharie Jaang, Silat juga jadi jati diri bangsa. Di Samarinda sudah dibangun gedung IPSI, dengan fasilitas mewah di. Sehingga atlet dari daerah tidak perlu ke menginap di hotel. “Saya akan sampaikan, agar batu pertama bertumbuh jadi bangunan, tidak hanya setiap saat dibersihkan,” pesannya soal peletakan batu pertama Padepokan PSHT Kubar.

Ia mengingatkan, PSHT adalah persaudaraan atau perguruan untuk mendidik siswa berbudi luhur dan tahu mana yang salah. PSHT telah hadir di sejumlah negara, seperti Jepang dan Rusia. “Kita berdoa PSHT tetap ada sepanjang masa dan hayat,” harap Syaharie Jaang.

Soal tingkatan di PSHT, Ketua Ranting Sekolaq Darat, Siswanto menjelaskan, ada Warga Tingkat 1 dan Tingkat 2. Tingkat pertama diawali sabuk Polos (hitam), lalu naik menjadi Jambon (merah jambu), hijau, dan putih kecil. Sedangkan Tingkat 2 adalah minimal telah melatih selama 20 tahun.

“Saya sudah 5 tahun jadi Warga PSHT. Dulu sempat latihan Karate hingga Sabuk Biru,” ungkap Lakun, pria asal Kampung Muara Bunyut Kecamatan Melak. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here