Hits: 5

Tikungan 90 Derajat dan Tidak Ada Besi Pengaman Tepi Jalan

Ogin (75), menunjukkan mobil yang terjun dan terbalik di tikungan maut, hanya berjarak sekitar 30 meter dari rumahnya. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Sepanjang rute Melak-Samarinda yang berjarak sekitar 350 kilometer, ada satu tikungan maut. Jika tidak ekstra hati-hati saat berkendara, nyawa menjadi taruhan. Pasalnya, sudah 10 korban meninggal dunia akibat kecelakaan di tikungan 90 derajat tersebut. Anehnya, para korban itu tewas di satu titik yang sama.



Rabu, 18 Desember 2019 siang tadi, satu kendaraan roda empat merek Mitsubishi Pajero Sport terjun ke titik tersebut. Mobil warna putih berplat nomor KT 1939 DP, dikemudikan seorang pria muda berkostum sebuah perusahaan pertambangan batubara. Ia bersama seorang rekannya yang berkostum beda, tapi juga perusahaan tambang batubara.

Beruntung keduanya tidak mengalami cedera, meskipun kondisi mobil terbalik dengan roda di bagian atas. Titik tikungan tajam itu tepat di ujung Jembatan Sungai Jempungan, RT 01 Kampung Dingin, Kecamatan Muara Lawa. Jika dari arah Muara Lawa menuju Samarinda, berjarak sekitar 500 meter dari Simpang Bentian Besar-Provinsi Kalimantan Tengah.

Mobil Mitsubishi Pajero Sport yang sekira jam 2 siang tadi, terjun ke tepi sungai di Jembatan Sungai Pulungan, RT 01 Kampung Dingin Kecamatan Muara Lawa. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Saya tadi tidak laju, tapi jalan agak licin karena sedang hujan. Saya tidak sempat mengelakkan tikungan karena mobil terus maju, dan jatuh kesitu,” ungkap pria yang tampak masih gemetar dengan raut wajah gelisah.

“Saya sudah ingatkan agar berhati-hati, apalagi sedang hujan. Sudah lebih 20 tahun saya menyetir mobil, belum pernah kecelakaan kecil pun,” timpal rekannya yang mengaku warga Kampung Empas Kecamatan Melak.

Tikungan maut yang telah merenggut 10 nyawa dalam 12 tahun ini. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ditemui di lokasi, Ogin (75), mengaku telah melihat belasan kendaraan yang jatuh dari tikungan tersebut selama 12 tahun terakhir. Kebanyakan adalah mobil, dan selebihnya truk dan sepeda motor. “Ada sudah 10 yang mati, semuanya disitu,” katanya pria uzur seraya menunjukkan titik tikungan dan lokasi jatuhnya kendaraan.

Ia mengungkapkan, pertama kali jatuh korban adalah saat mobil Patroli Polisi terjun dari tikungan maut itu. Saat itu, tiga orang yang menumpang di kabin mobil, tewas di tempat. “Dua orang yang mati itu Polisi, satu lagi orang (pengurus) adat. Jatuhnya waktu masih pagi betul, air sungai lagi besar, makanya mobil hampir tenggelam,” kata Ogin kepada KabarKubar.

Ditambahkan, Renis, ia menyaksikan semua kejadian kecelakaan di titik maut itu. Sebab rumah mereka berjarak hanya sekitar 30 meter dari jembatan, dan sudah lebih dari 25 tahun ia dan suaminya, Ogin, berdiam di lokasi tersebut. “Dari belum ada jalan ini, masih jalan kecil (setapak). Karena sering orang jatuh disini, Polisi ada kasih saya nomor telepon, biar kami telepon kalau ada yang kecelakaan,” katanya.

Para pengendara yang melintas di ruas jalan Kubar-Samarinda, singgah untuk melihat mobil yang terjun di tikungan maut pada Rabu, 18 Desember 2019 siang tadi. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Renis mengungkapkan, kecelakaan kedua adalah seorang mahasiswa asal Kecamatan Long Iram. Kejadian tidak lama berselang dari kecelakaan mobil patrol Polisi. Kala itu, korban sedang berkendara dari Samarinda menuju kampung halaman. Entah apa sebabnya, tiba-tiba jatuh di tikungan dan terjun ke sungai. “Waktu itu dia pakai kabel dengar Hape (Headset Handphone), mati juga disitu. Pulang liburan kuliah dia itu,” kisahnya.

Wanita yang memiliki empat anak dengan 10 cucu ini menambahkan, sekitar tahun 2012, ada enam korban tewas. Ketika itu, satu mobil plat hitam yang berisi tujuh penumpang terjun di lokasi itu. “Enam langsung mati, satu lagi masih hidup dibawa ke rumah sakit. Nah, mati itu ditaruh (dibaringkan) disini semua,” beber Renis, seraya menunjuk ke halaman rumah cucunya yang berdiri tepat di sebelah Jembatan Sungai Jempungan itu.



Menurut Kepala Polsek Muara Lawa, Inspektur Tingkat Satu Hartono, tikungan tersebut memang sangat rawan kecelakaan. Terlebih tidak dilengkapi pengaman tepi jalan atau Guard Rail. “Yang ada hanya tiang beton, mudah patah jika ditabrak kendaraan. Dulu juga ada truk dan mobil kecil tabrakan di tikungan itu,” ujarnya saat ditemui di Pos Polisi Sub Sektor Siwo. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here