Hits: 0

Eks Kantor Bupati Akan Dijadikan Terminal Darat

3105_Lahan Bakal Terminal Angkutan Penumpang di Kampung Keay Kecamatan Damai
ALIH FUNGSI: Lahan seluas sekitar empat hektar di Kampung Keay Kecamatan Damai ini tadinya diperuntukkan sebagai Terminal Angkutan Darat pertama di Kutai Barat. Namun di atasnya sekarang telah menjadi lokasi Balai Latihan Kerja Industri yang dibangun oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim.    DEESELHA/KabarKubar.com

BARONG TONGKOK – Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Barat, segera mengusulkan dua terminal angkutan penumpang baru. Usulan kepada Bupati Kubar FX Yapan itu, nantinya akan terletak di kawasan Kota Sendawar.  Yakni di Kelurahan Melak Ulu Kecamatan Melak dan di Kampung Mencimai Kecamatan Barong Tongkok.

Menurut Kepala Dishubkominfo Kubar, Sahadi, diperlukan dua terminal angkutan darat. Sebab untuk menuju Ibukota Kaltim, Samarinda, ada dua jalur jalan darat dari Kubar. Pertama akses jalan Trans Kaltim dari Barong Tongkok-Tenggarong, kedua adalah jalur Melak Seberang menuju Kahala-Kota Bangun, Kukar. “Apabila jembatan Mahakam Aji Tulur Jejangkat selesai, jalur kedua itu akan berfungsi,” katanya melalui Kepala Bidang Perhubungan Darat dan Udara Dishubkominfo Kubar, F Mathius Biotin.

Ditambahkannya, untuk terminal angkutan darat di Melak, akan difungsikan bekas Kantor Dishubkominfo Kubar. Bangunan itu tadinya merupakan bekas Kantor Bupati Kubar pertama di Melak. Karena saat ini Kantor Dishubkominfo Kubar telah pindah di komplek perkantoran Pemkab Kubar di Barong Tongkok, bangunan itu akan difungsikan menjadi terminal. “Untuk di Barong Tongkok, sudah ada ancang-ancang terminal angkutan darat akan dibangun di Kampung Mencimai. Dishubkominfo akan membuat telaahan, selanjutnya disampaikan kepada Bapak Bupati,” ungkap Mathius Biotin.

3105_Kabid Perhubungan Darat Dishubkominfo Kubar, F Mathius Biotin
Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Barat, F Mathius Biotin

Kebutuhan akan terminal angkutan darat, jelas Biotin, saat ini telah mendesak bagi Kubar. Sebab selain di ibukota Sendawar, di beberapa kecamatan menjamur terminal taksi gelap  mobil pribadi ‘berplat hitam’. Tetapi tidak menghasilkan retribusi sebagai Pendapatan Asli Daerah. Jika terminal darat telah terbangun, seluruh terminal liar di beberapa kecamatan akan ditertibkan. “Taksi berplat hitam itu mestinya ada retribusi bagi Kubar. Meski belum ada Peraturan Daerah yang mengatur, ke depan mungkin ada keluar Dispensasi Bupati. Agar dapat menarik retribusi bagi daerah ini,” pungkasnya seraya menambahkan, tahun 2017 nanti, kedua terminal darat di Kota Sendawar itu akan difungsikan.    #M Imran

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here