Hits: 0

Upacara HUT Kemerdekaan ke 70 tahun RI di Kecamatan Muara Lawa

1808_HUT RI di Muara Lawa (1)
PERANG RAKYAT: Drama kolosal yang ditampilkan para pelajar SMAN 1 dan SMPN 1 Muara Lawa, menunjukkan cerita perlawanan rakyat atas penjajah Jepang di wilayah Sendawar yang dulu disebut Samarinda II.   HENDRI PHILIP/KabarKubar.com

MUARA LAWA – Para tentara Jepang yang mendarat di Sendawar melakukan banyak tindakan merugikan rakyat Indonesia yang kini masuk wilayah Kabupaten Kutai Barat. Selain harus membayar upeti, rakyat dipaksa bekerja untuk kepentingan pasukan Negeri Matahari Terbit itu. Akhirnya, penderitaan membuat rakyat melakukan perlawanan. Petani dan nelayan pun turut berjuang menumpas penjajah bersama para tentara Indonesia.

Itulah ringkasan drama kolosal yang ditampilkan gabungan siswa-siswi SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 Kecamatan Muara Lawa, pada perayaan HUT Kemerdekaan 70 tahun RI, Senin (17/8/2015). Acara di lapangan SMPN 1 Muara Lawa itu dihadiri ribuan warga dari delapan kampung se-Muara Lawa. Dari beragam kegiatan diadakan, drama kolosal tersebut menjadi salah satu perhatian utama masyarakat yang hadir.

Camat Muara Lawa Roberthus Syahrun, menjadi Inspektur Upacara pada pengibaran bendera yang dilaksanakan para pelajar SMAN 1 Muara Lawa itu. Hadir seluruh jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan, para Petinggi, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama setempat. Termasuk para pelajar SD hingga SMA sederajat di Muara Lawa. “Kegiatan ini (peringatan HUT RI) dilaksanakan rutin tiap tahun di sini. Sebagai bukti kecintaan masyarakat terhadap NKRI harga mati,” ujar Syahrun.

1808_HUT RI di Muara Lawa (2)
KOMPAK: Camat Muara Lawa Roberthus Syahrun, Komandan Koramil Muara Lawa Kapten Infanteri Monang Panjaitan dan Kanit Reskrim Polsek Muara Lawa Aiptu Sumanta, berfoto bersama pasukan pengibar bendera pada peringatan kemerdekaan ke 70 tahun Republik Indonesia, Senin (17/8/2015).    HENDRI PHILIP/KabarKubar.com

Ia mengatakan, kemerdekaan sepatutnya diisi dengan pembangunan. Generasi muda dan seluruh elemen masyarakat diingatkan agar terus menempa diri, berkarya, menjaga persatuan dan kesatuan dalam Bhineka Tunggal Ika. Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, diharap jadi motivasi bagi pemuda-pemudi dan masyarakat untuk mewujudkan Kabupaten Kubar yang Bersih, Asri, Damai, Adil dan Tenteram (Beradat). “Generasi muda harus terus berpacu dalam pendidikan, kejar jati diri untuk membangun daerah ini,” pesan Syahrun.

Terkait tema nasional HUT Kemerdekaan ke 70 tahun RI, yakni ‘Ayo Kerja’, menjadi isyarat agar masyarakat menyukseskan pembangunan struktur dan infrastruktur serta pembangunan mental. Masyarakat diharap dapat mendukung pembangunan yang dicanangkan Bupati dan Wakil Bupati Kubar, yang berpatokan pada ekonomi
kerakyatan.    #Hendri Philip

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here