Hits: 0

Ekti: “Pak John Tawi memandatkan saya untuk membantu pengembangan Rapak Oros”

Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses Anggota DPRD Provinsi Kaltim, Ekti Imanuel, digelar di areal persawahan Rapak Oros pada Selasa, 3 November 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM
Areal persawahan Rapak Oros di Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, akan kembali mendapatkan anggaran pembangunan. Tahun 2021 nanti, senilai Rp10 miliar akan dikucurkan untuk memoles kondisi di lahan seluas 720 hektare itu. Dananya direncanakan melalui APBD Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Untuk pembangunan Rapak Oros, kita usulkan dan dianggarkan Rp10 miliar di tahun 2021,” ujar Anggota DPRD Kaltim, Ekti Imanuel, saat Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses Masa Persidangan III Tahun 2020 di Rapak Oros pada Selasa, 3 November 2020.

Dalam Reses di pinggir sawah dengan suasana santai itu, Ekti mengatakan, pembenahan Rapak Oros terus diperjuangkan. Terlebih rencana pemindahan Ibu Kota Negara ke wilayah Kabupaten Penajam Pasir Utara, tentu berimbas pada peningkatan ekonomi dari bidang pertanian.

Reses dihadiri para petani di Rapak Oros dalam suasana santai. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Rapak Oros ditargetkan menjadi lumbung pangan di Kaltim sebagai IKN baru. “Baru saja bapak Presiden Joko Widodo mencanangkan Kalteng sebagai lumbung pangan nasional. Kita juga bisa mengusulkan Rapak Oros ini, agar banyak lagi anggaran dikucurkan kesini,” katanya.

Ekti mengakui, pertanian bukan bidang ditangani Komisi 3 DPRD Kaltim. Namun sebagai wakil rakyat, semua bidang tetap menjadi perhatian dan dapat dibahas bersama di Gedung DPRD Kaltim. “Secara kelembagaan saya di Komisi 3. Tapi tidak ada batasan dalam reses apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Selain pribadi wakil rakyat, Ekti yang juga Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Kutai Barat, menyebut sosok Budisatrio Djiwandono turut memberi perhatian. Tidak hanya untuk Rapak Oros, tapi daerah pertanian lain di Kubar.

Di tepi hamparan sawah, para petani dari sejumlah kampung menyampaikan aspirasi kepada Ekti Imanuel. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Budisatrio yang kini duduk sebagai Anggota DPR RI dari Partai Gerindra, lanjutnya, berasal dari daerah pemilihan Kaltim. Menjabat Wakil Ketua Komisi IV yang membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Kelautan, sebelumnya berkonsentrasi membantu pertanian di PPU.

Budisatrio digambarkan masih muda, berusia 37 tahun dan beragama katolik, merupakan keponakan kandung Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. “Selama ini dia di Komisi Pertanian, dan pesannya ke depan akan terus membantu Rapak Oros. Pak John Tawi (mantan Ketua DPRD Kubar, Jackson John Tawi) memang memandatkan saya untuk membantu pengembangan Rapak Oros,” tegasnya.

Sejak perencanaan Rapak Oros mendapat perhatian khusus sosok Jackson John Tawi sehingga kini 150 dari 720 hektare lahan di sana telah memproduksi padi, sayur dan buah-buahan. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Hadir dalam Reses, Suhardi sebagai Kepala Kampung Linggang Amer, mengakui masih banyak kekurangan di Rapak Oros. Ia berharap pengembangannya bisa dibantu oleh Pemprov Kaltim maupun Pemerintah Pusat.

Ia mengatakan, pemerintah kampung berencana membangun Rumah Hijau atau Green House. Yakni sebuah bangunan kontruksi yang berfungsi untuk menghindari dan memanipulasi kondisi lingkungan. Agar tercipta kondisi lingkungan yang dikehendaki dalam pemeliharaan tanaman. Yang diharap tanaman berupa sayuran dan buah akan tahan terhadap serangan hama.

“Gedung ini (bangunan berbahan kayu tempat reses) dibangun dari ADK (Alokasi Dana Kampung) Linggang Amer. Sering pertemuan di sini, tapi tempat tidak memadai. Sebelumnya ada karya Pak John Tawi, biar kecil tapi sangat menginspirasi,” ungkap Suhardi.

Petinggi Linggang Amer, Suhardi, berharap Rapak Oros terus mendapat perhatian Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ketua Gabungan Kelompok Tani Maju Bersama, Adrianus, berterimakasih atas perhatian Budisatrio Djiwandono yang telah membantu pengembangan Rapak Oros. Terbaru berupa Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) yang terdiri dari Alat Pengolah Pupuk Organik (APPO) dan kendaraan roda tiga, bangunan rumah kompos, dan ternak.

“Setelah pak John Tawi pergi, kami seperti ayam kehilangan induknya. Terima kasih kepada Pak Budisatrio untuk UPPO, dan tinggal beli sapi delapan ekor. Terima kasih juga Pak Ekti sudah datang,” katanya dalam pertemuan yang juga dihadiri para petani dari Kampung Linggang Banjar Rejo, Linggang Purworejo, Linggang Mencelew, Linggang Kebut dan Linggang Bangun Sari.

Menurut Petugas Penyuluh Lapangan Linggang Amer, Susanto, hasil panen di Rapak Oros sudah meningkat dalam dua tahun belakangan. Yang sebelumnya hanya sekali panen dalam setahun, sekarang sudah dua kali dalam setahun. Meski diakui belum memuaskan hasil panennya, tidak membuat surut semangat petani.



“Kami tidak bosan membina, terus mencoba dan petani juga tidak bosan bertani. Terima kasih bantuan UPPO dari Pak Budisatrio. Kami beberapa hari lalu rapat virtual dengan beliau, mudahan ditindaklanjuti provinsi,” katanya.

Ketua Badan Perwakilan Kampung Linggang Amer, Suila, memastikan kaum ibu akan turun ke sawah. Ia meminta Rapak Oros dikembangkan juga sebagai obyek wisata. Sehingga mereka yang tidak memiliki lahan di sana, juga ikut mendapat keuntungan dari potensi pariwisata. “Kalau jalan baik, tidak hanya bapak-bapak ke sawah, tapi kami ibu-ibu berani ke sawah.”

“Kita harap rapak Oros setiap tahun dapat anggaran. Agar petani di Rapak Oros bisa makmur. Kita fokus di Rapak Oros, dan sarana pendukungnya akan kita bereskan. Tapi poin pentingnya adalah akses ke lokasi,” tutup Ekti dalam Reses dengan Dedi sebagai moderator dan dihadiri para Ketua Bina Tani yang tergabung dalam Gapoktan Maju Bersama. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here