Hits: 0

Tahun 2016 Punya DPA

0906_Syukuran Perubahan Status TBS dan Museum Etnografi
STATUS BARU : Ketua Yayasan Sanggar Seni Mook Manar Bulatn, Lucia Mayo Thomas, disaksikan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Olahraga Kubar Martinus, Kepala UPTD Taman Budaya Sendawar Wilhelmus dan UPTD Museum Etnografi Imansyah, memotong tumpeng syukuran perubahan status kedua UPTD.   M IMRAN/KabarKubar.com

BARONG TONGKOK – Taman Budaya Sendawar dan Museum Etnografi Sendawar kini telah berubah status. Jika tadinya adalah Unit Pelayanan Teknis dibawah Dinas Kebudayaan Parawisata dan Olahraga, sekarang menjadi Unit Pelayanan Teknis Daerah. Mulai tahun 2016 mendatang, kedua UPT akan memiliki anggaran belanja sendiri.

“Telah disetujui oleh pak bupati (Bupati Kubar Ismael Thomasi), dari UPT menjadi UPTD. Sehingga peningkatan statusnya menjadi kantor dan mempunyai Dokumen Pelaksanaan Anggaran sendiri,” ujar Ketua Yayasan Sanggar Seni Mook Manar Bulatn, Lucia Mayo Thomas, saat syukuran perubahan status tersebut di Museum Etnografi Kubar, di Komplek perkantoran Pemkab Kubar.

Ia mengatakan, kedua UPTD sangat besar fungsinya untuk melestarikan kebudayaan asli Kubar, sebagai lambang persatuan dan kesatuan etnis. UPTD TBS sendiri terdiri dari enam Lamin atau rumah adat dari enam etnis di Kubar. “Tempat ini sebagai pusat kegiatan seni dan budaya seluruh masyarakat Kubar yang tersebar di 16 kecamatan,” kata Lucia Mayo yang juga Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kubar.

Diungkapkan Kepala UPTD TBS Wilhelmus, keberadaan TBS dengan bangunan fisik enam lamin sub etnis, diresmikan pada 5 November 2012 lalu. Dibangun dari dana APBD Kubar senilai Rp 40 miliar, TBS merupakan sumber informasi seni dan budaya Kubar. Juga menjadi wadah berkumpul seniman dan budayawan tua maupun muda untuk berkreatifitas melalui pertunjukan seni budaya. “Peningkatan status TBS menunjukkan sikap peduli pak bupati terhadap pelestarian budaya asli daerah,” tukasnya.

Hal senada disampaikan Kepala UPTD Museum Etnografi Sendawar, Imansyah. Dia mengatakan, saat ini museum tersebut memiliki koleksi 180 benda pusaka enam sub etnis. Peningkatan status itu dinilai akan memacu peningkatan kreatifitas dan kinerja semua pihak untuk turut menjaga museum yang menggambarkan kondisi Kubar tempo dulu. “Museum merupakan replika kondisi kehidupan Kubar masa lalu hingga sekarang. Menghidupkan nilai kearifan lokal masyarakat,” jelasnya.   #M Imran

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here