Hits: 4

Pelaku Mengaku Bersalah dan Diharuskan Membayar 2 Antakng

Pemerintah Kampung Balok Asa menegaskan sanksi atas ulah membuang sampah sembarangan yang dilakukan pengguna jalan. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Masalah sampah menjadi hantu bagi negeri ini. Lewat berbagai bukti yang beredar di jagat maya, banyak orang yang belum meninggalkan kebiasaan membuang sampah sembarangan. Tak sedikit orang memgupayakan kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan, namun tetap saja banyak orang lain tidak peduli.

Pemerintah Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, juga berupaya menciptakan kebersihan lingkungan. Namun ada saja ulah orang tidak bertanggungjawab yang membuang sampah sembarangan di tepi poros Barong Tongkok-Linggang Bigung.

Pemerintah dan masyarakat setempat pun gerah dan terganggu dengan ulah ‘nakal’ itu. Sehingga berinisiatif untuk menangkap pelaku pembuang sampah sembarangan. Tidak sia-sia, pada Jumat 29 Oktober 2021, janji pemerintah kampung untuk menangkap pelaku pembuang sampah sembarangan terbukti.

Dua pelaku berhasil ditangkap oleh Ketua Rukun Tetangga 07 Kampung Balok Asa. Pelaku berinisial MS dan A, terbukti membuang sampah dapur perusahaan yang ditaruh dalam satu kantong plastik besar warna merah.

Kedua pelaku langsung diamankan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kepada kedua pelaku diberikan sanksi berupa denda adat senilai dua Antakng (Guci). Nilai itu berdasarkan kesepakatan oleh Kepala Kampung atau Petinggi Balok Asa, Susanto dan Kepala Adat Kampung Balok Asa, Japri. Serta Ketua RT 07 dan Staf pemerintah kampung.

Petinggi Balok Asa, Susanto, menjelaskan aturan terkait buang sampah sembarangan kepada warga pelintas yang kedapatan membuang sampah sembarangan. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

“Sanksi ini kita berikan agar menjadi pembelajaran ke depan. Baik untuk warga Kampung Balok Asa, maupun warga luar kampung. Agar tidak membuang sampah sembarangan. Karena selama ini kita cukup kesulitan menjaga kebersihan lingkungan, akibat ulah oknum buang sampah sembarangan ini,” jelas Susanto.

“Uang sanksi denda ini akan kita gunakan untuk gotong royong bersihkan  area sepanjang pinggir jalan di RT 07,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Adat Kampung Balok Asa, Japri, mengakui ini bukan pertama kalinya ulah buang sampah sembarangan. Bahkan di tanah miliknya yang kebetulan berada di pinggir jalan raya, banyak sekali sampah yang dibungkus plastik dibuang.

“Sanksi ini tidak seberapa, jika merujuk ke Perbup Kubar (Peraturan Bupati Kutai Barat). Sanksi denda lebih besar, ini dilakukan agar ada efek jera,” terangnya.

Saat ditanya media ini, MS dan A mengaku tidak mengetahui jika ada aturan seperti itu. Namun keduanya mengakui kesalahan dan meminta maaf atas perbuatannya. “Yah, itu alasan saja. Dimana-mana di negeri ini, buang sampah sembarangan ya dilarang,” celetuk salah seorang warga RT 07 Kampung Balok Asa. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here