Diminta Tidak Ikut Kontra dan Bersiap Mendukung

Bupati Kutai Barat, FX Yapan, meyakini wilayah Kabupaten Kutai Barat masuk dalam areal Ibu Kota Negara yang baru. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Sinyal baik terkait rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) disampaikan Bupati Kutai Barat, FX Yapan. Menurutnya, lokasi bakal IKN yang telah diumumkan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, tidak hanya dua wilayah kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur. Tidak hanya siap jadi penyangga, IKN yang baru diyakini juga masuk di wilayah Kabupaten Kutai Barat.



“Sangat siap kita, cuma pak Presiden tidak mau bilang saja. Sebenarnya bukan hanya PPU (Kabupaten Penajam Pasir Utara) dan Kukar (Kabupaten Kutai Kartanegara), tapi Kubar juga ikut,” kata Yapan, di sela mendampingi Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi, mengunjungi Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning di Barong Tongkok, Selasa 27/8/2019 kemarin.

Menguatkan keyakinan tersebut, Yapan mengakui peningkatan jalan PPU-Kubar terus berjalan. Tahun 2019 ini, dimulai dengan anggaran senilai Rp30 miliar untuk peningkatan jalan kualitas rigid beton. Dengan lebar tujuh meter, sudah dikerjakan sepanjang tiga kilometer. Sementara PPU disebut belum memulai proyek yang sama.

Peta yang beredar di media sosial, menunjukkan lokasi Ibu Kota Negara yang baru juga masuk di wilayah Kabupaten Kutai Barat. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Dikatakan Yapan, proyek itu dimulai dari wilayah Kubar sampai batas PPU. “Kita memulai dari bawah, tidak mungkin dari ujung, tiap tahun kita mulai masuk. Tahun ini juga masuk lagi, tiap tahun akan ada anggarannya. Apalagi jadi IKN, anggaran akan jauh lebih besar. Saya sudah bisik pada Pak Wagub,” ujarnya.

Soal pro dan kontra pemindahan IKN, bupati meminta masyarakat Kubar mendukung kebijakan Pemerintah Pusat. Tidak ikut dalam kontra, tapi bersiap dan turut melakukan hal yang mendukung. “Tidak usah dengar kontra, kita harus berbuat, kecuali kita tidak berbuat. Itu segelintir orang saja. Jika berpikir jauh ke depan, tidak ada kontra itu,” tegas Yapan.

Disinggung soal perpindahan penduduk yang cukup besar, Yapan menegaskan bukan masalah. Karena daerah yang diplot menjadi areal IKN sangat luas. “Itu risiko, tidak boleh tidak mendukung. Perpindahan penduduk itu sudah dikaji, diteliti sejak beberapa tahun lalu, dan Kaltim paling tepat,” katanya.

“Yang penting, di mana saja IKN, kita dukung. Ternyata di Kaltim, kita harus siap, siap semuanya, tidak boleh tidak siap. Apa saja kita dukung, jangan sampai mafia tanah menghambat pembangunan IKN,” imbuhnya.

Sementara Wagub Kaltim, Hadi Mulyadi, menyatakan terima kasih dari pihak Pemerintah Provinsi. Diakuinya, pemindahan IKN bukan masalah sederhana, karena berbeda pulau dan menelan anggaran besar. Semua elemen diminta harus ikut kerja keras. Terlebih menyangkut perpindahan penduduk yang ditaksir mencapai 1,5 juta orang.

“Masyarakat Kaltim harus bekerjakeras, mempersiapkan skill (keterampilan), ilmu pengetahuan atau pendidikan. Agar tidak terpinggirkan dengan kehadiran ibu kota yang harus dirasakan bermanfaat oleh warga Kaltim,” katanya.



“Ada anggaran Pemprov untuk Jalan Kubar-Penajam, tapi saya tidak hapal ruas yang mana. Dicek dulu nanti, supaya tidak salah. Tapi seingat saya ada anggarannya tahun ini,” aku Hadi Mulyadi, terkait pembangunan Jalan Kubar-PPU. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here