Hits: 23

Perusahaan Disebut Terus Menerima Karyawan Dari Luar Kaltim

Tim Khusus Pertimbangan dan Kebijakan Bupati Kutai Barat menerima 8 warga Kampung Linggang Marimun yang didampingi Petinggi, Dahlia Hartati, Senin 4/12/2017. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kepala Kampung Linggang Marimun Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Dahlia Hartati, mengadukan nasib 8 warganya ke Bupati Kutai Barat, FX Yapan. Sebab mereka tidak diterima kembali bekerja di PT Bina Insan Sukses Mandiri atau BISM. Padahal sebelumnya mereka telah bekerja di perusahaan pertambangan batubara itu selama sekitar 4 tahun.

Kepada Tim Khusus Pertimbangan dan Kebijakan Bupati Kubar, Petinggi Linggang Marimun berharap kebijakan manajemen BISM dalam pola rekrutmen karyawan lokal. Khususnya PT Agra yang menjadi subkontraktor. “Masalahnya perusahaan menolak menerima kembali karyawan yang sudah mengundurkan diri tahun 2014 dengan dasar aturan dari kantor pusat BISM,” ujar Dahlia, Senin 4/12/2017 di Ruang Kerja Tim Khusus, Lantai I Kantor Bupati Kubar.

Menurut Dahlia yang berlatarbelakang pendidikan Strata II Ilmu Pemerintahan, BISM berdalih bekas karyawan tidak bisa diterima kembali bekerja. Terutama mereka yang pernah mengambil pesangon dua masa kerja dikali gaji pokok. Pengecualian bagi mereka yang mengambil pesangon satu kali masa kerja. Selanjutnya pihak BISM melalui subkontraktornya Agra, tetap mengirim dan menerima karyawan dari luar daerah Kaltim.

“Ini kan tidak adil namanya. Warga asli Marimun pernah jadi karyawan, artinya berpengalaman, tapi tidak diterima bekerja. Sementara mereka terus menerima karyawan dari luar Kaltim malah,” ungkap Dahlia yang diamini 8 mantan karyawan BISM tersebut.

Petinggi Linggang Marimun, Dahlia Hartati, bersama warganya yang tidak diterima kembali bekerja di PT Bina Insan Sukses Mandiri atau BISM. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dahlia mengaku telah beberapa kali mengajak manajemen BISM berdiskusi. Namun Vice President Infra (Senior Area Manager) BISM, CC Chai, selalu menghindar. Warga Negara Asing asal India tersebut selalu alasan cuti. Diwakili Kepala Personalia, tapi tidak bisa mengambil keputusan. “Baru-baru ini ada hearing di DPRD Kubar, tapi tidak mendapat solusi. Kami laporkan ke Presidium Dewan Adat Kubar juga tidak selesai. Sudah mengadu ke Sempekat Tonyooi Benuaq Kubar, tapi belum ada informasi,” tegasnya.

Menanggapinya, Tim Khusus Bupati Kubar meminta Petinggi Linggang Marimun segera menyurati Manajemen BISM. Agar segera dijadwalkan pertemuan yang melibatkan pihak terkait di Kubar. Antara lain, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, Pemerintah Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Tim Khusus dan pihak lainnya seperti kepolisian dan TNI.

“Para pihak terkait sebaiknya segera turun tangan, terutama yang berkaitan dengan CSR (company social responsibility). Termasuk disnaker dan dinas lingkungan hidup, agar memantau langsung kegiatan perusahaan tersebut,” ujar Delusius Paulus, yang memimpin pertemuan dengan 4 Anggota Tim Khusus lainnya, yakni Roni Patinasrani, Jamidi, Sudhyanto dan Yoleam Maret Kamisius.

“Baiknya segera dilakukan mediasi dan masyarakat yang menahan alat berat menyerahkan kembali kepada pihak perusahaan,” pesan Roni Patinasrani.

Untuk diketahui, BISM yang memiliki pelabuhan batubara seluas 62,5 hektare di wilayah Kampung Linggang Marimun. Dengan Crusher berkapasitas 2,5 juta metrik ton batubara pertahun. Jarak tempug pengangkutan batubara hanya 2 kilometer, dan 500 meter jarak antara stockpiles ke Jetty.

BISM memulai produksi komersial di tahun 2010 dan telah memproduksi serta menjual sekitar 1 juta metrik ton sampai Agustus 2011. Akibat guncangan ekonomi dan menurunnya harga batubara dunia, BISM sempat menutup produksinya pada tahun 2014. Kemudian beroperasi kembali di tahun 2016 lalu.

Dari situs pribadi perusahaan, www.bismcoal.com, diketahui perusahaan ini beralamat di Lantai 26 Unit A Blok 6.2 Kawasan Mega Kuningan Jalan  Dr Ide Anak Agung Gde Agung, Jakarta. Sedangkan Kantor Cabang di Samarinda berada di Pandan Harum Hill Blok AS23 RT 21, Jalan Kadrie Oening Kelurahan Air Hitam, Samarinda Ulu. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here