Hits: 6

Jaringan Sedang Diburu dan Salah Satu Diketahui Sudah di Luar Kubar

MELAK – KABARKUBAR.COM
Aksi cepat dan tepat ditunjukkan Tim Sapu Bersih Aksi Gelap Pelaku Kejahatan Narkoba atau Saber Gelap Satuan Reserse Narkoba Kepolisian Resor Kutai Barat. Pekan lalu, tepatnya pada Rabu, 12 Agustus 2020, dua tersangka pengedar narkoba jenis Sabu diringkus. Mereka ditangkap dari dua tempat berbeda di Kecamatan Melak.

Tersangka pertama, WY yang berusia 34 tahun, ditangkap di dekat hutan tidak jauh dari arah belakang Islamic Center di Kelurahan Melak Ulu. Pria yang dalam KTP beralamat Kampung Muyub Ulu, Kecamatan Tering, ditangkap sekira pukul 16.30 Wita.

“Tersangka ini bilang ada bahan (sebutan lain Sabu di jaringan peredaran narkoba), nawarin ke orang-orang. Lalu kita telusuri jalurnya, dan anggota masuk dengan menyamar sebagai pembeli,” ungkap Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Satya Putra, melalui Kepala Satresnarkoba Polres Kubar, Iptu Darwis Yusuf pada Selasa, 18 Agustus 2020.



WY tidak sadar didatangi Polisi. Ia pun meminta uang agar diambilnya barang haram itu. Setelah uang diterima, pria tamatan SMP ini pun meninggalkan anggota Tim Saber Gelap. Sekitar sejam kemudian, WY kembali tanpa barang yang dipesan.

“Dia pergi lagi, dan sekitar 15 menit kembali. Begitu menunjukkan barangnya (Sabu), anggota  yang menyamar langsung ambil. Lalu teriak ‘jangan bergerak’ dan menangkap WH,” beber Darwis Yusuf.

Dari WY diamankan barang bukti berupa satu poket kecil Sabu yang dibungkus plastik klip bening dengan berat kotor 0,2 gram. Diamankan juga satu unit telepon genggam merek Advan warna hitam, dan satu kotak warna biru bertuliskan NTN Bearing.

Masih memproses WY, Tim Saber Gelap kembali mendapat informasi dari kontak di lapangan. Ada PA, umur 27 tahun, siap melayani pembeli Sabu. Atur strategi, sore itu langsung meluncur ke lokasi dengan sebelumnya menelepon untuk membeli Sabu.

“Kita segera masuk (menuju lokasi), karena  PA bilang sebelum magrib harus sudah di rumahnya di kos-kosan belakang masjid di Kelurahan Melak Ilir. Begitu masuk, kasih duit Rp1.000.000, lalu tersangka tunjukkan Sabu. Kita protes bahan sedikit betul. Dijawabnya itu harga paket Rp500 ribu,” papar Darwis Yusuf.

Setelah menyerahkan uang, Sabu pun diterima dan disimpan Polisi yang menyamar. Teriakan ‘jangan bergerak’ kembali terdengar dan PA dibekuk. “Tidak ada istirahat, anggota langsung kejar pelaku lain. Bahkan ada pelaku yang malam itu kami kejar, tapi sempat melarikan diri,” imbuhnya soal penangkapan PA sekira pukul 18.30 Wita itu.



Polisi mengamankan barang bukti berupa tiga poket kecil Sabu yang masing-masing dibungkus plastik klip bening dengan berat kotor 0,4 gram. Satu unit telepon selular merek Vivo warna hitam serta satu kertas yang dimodifikasi kotak dan dilapisi isolasi warna bening juga dijadikan barang bukti.

“Jaringan WY dan PA ini sudah kami ketahui, dan sedang kami lakukan pengejaran. Salah satu sempat lari, karena rumahnya tidak jauh dari lokasi penangkapan PA. Dia saat ini kami buru, karena identitas dan keberadaannya sudah kita dapat. Terakhir posisinya sudah di luar Kubar,” pungkas Darwis Yusuf.

Kedua tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (1) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 35  tahun 2009 Tentang Narkotika. Keduanya terancam penjara selama 15 tahun. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here