Pemkab Kubar Upayakan Lahan Pengganti

Kunjungan Kerja Markas Besar TNI Angkatan Udara dan Kementerian Pertahanan, membahas soal keberadaan lahan Bandar Udara Melalan yang kini dipadati rumah-rumah penduduk, Rabu 21/3/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Markas Besar TNI Angkatan Udara mempertanyakan jawaban surat yang dilayangkan ke Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Isinya terkait rumah-rumah penduduk yang disebut berada dalam kawasan Bandar Udara Melalan. Sebab keberadaan bandara itu vital TNI AU, khususnya dalam pertahanan negara.

“Surat dari Mabes TNI AU sampai sekarang belum ada jawabannya dari Pemkab Kubar,” ujar Mayor Lek Haris, Perwira Menengah di Mabes TNI AU, saat rapat bersama Pemkab Kubar, Rabu 21/3/2018 di Ruang Koordinasi Lantai III Kantor Bupati Kubar.

Dalam Kunjungan Kerja TNI AU itu, TNI AU disertai juga 3 utusan Kementerian Pertahanan. Yakni Analis Madya Pelayanan Hukum Biro Hukum Sekretariat Jenderal Kemhan, Kolonel Sus Bambang Widarto dan PNS Kemhan, Dewa. Sedangkan dari Pangkalan Udara TNI AU Balikpapan, ada Letnan Kolonel Kal Pujiono Widodo selaku Kepala Dinas Logistik. Ada juga Staf Dislog, Kapten Salman dan Letnan Dua Agus AA K selaku Kepala Perwakilan TNI AU Kubar.

Mayor Haris mengatakan, untuk bandara saja membutuhkan lahan seluas 47 hektare. Tapi untuk pengembangan pangkalan TNI AU ke depan, akan dibentuk dua skuadron Sukhoi. Maka dibutuhkan lahan sekitar 200 hektare. “Bandara Melalan sudah ada Run Way (landasan pacu)-nya, tapi kalau dipindahkan maka proses pembangunannya akan memulai dari nol lagi,” ujarnya.

Pengumuman lahan TNI AU yang dipampang sekitar 150 meter dari Markas Perwakilan Pangkalan Udara TNI AU Balikpapan di Sendawar, Kutai Barat. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Mabes TNI AU, imbuh Mayor Haris, menunggu kesiapan Pemkab Kubar untuk mencari solusinya. Jika ada lahan bekas areal pertambangan sebagai penggantinya, pihaknya akan mempertimbangkan. “Kami menunggu titik lokasinya, sehingga bisa melihat, mengukur dan mendokumentasikannya. Serta kami laporkan ke Komando Atas (Panglima TNI),” katanya.

Terakhir, TNI AU telah memroses administrasinya dan dilaporkan. Selanjutnya akan dilakukan pengukuran. “Pihak Pemkab membuat surat ke Mabes TNI AU atas tanah yang belum clear, serta apabila ada usulan tanah pengganti, juga harus dilaporkan ke MabesTNI AU,” pungkas Mayor Haris.

Menurut Bupati Kubar, FX Yapan, tahapan-tahapan sudah dilakukan dan didengar kendala-kendala di lapangan. Persoalan tersebut bukan dipikirkan sesaat saja, tapi jangka panjang. Ia mengaku pernah mengusulkan kelayakan lokasi Bandara Melalan untuk dikaji, karena sudah tidak layak. “Karena terlalu dekat kampung, sehingga saya usulkan untuk ganti tanah eks tambang yang ada di Kubar,” paparnya.

Yapan menyebut, banyak tambang di Kubar yang mau tutup, dan lahannya bisa dijadikan fasilitas bagi instansi negara. Misalnya bakal markas Batalyon Infanteri 612/Modang di bekas areal PT Gunungbayan Pratamacoal. Run Way di Bandara Melalan dinilai tidak bisa diperpanjang lagi. Karena terbentur dengan jurang dan jalan raya serta sudah padat penduduk sehingga tidak layak lagi.

“Ini adalah wacana. Apabila kita sepakat, maka akan kami urus tanah gantinya. Nanti apa saja yang dibutuhkan AURI (TNI AU) akan kita fasilitasi dengan masyarakat Kubar,” tegas Yapan dalam pertemuan yang dihadiri juga Wakil Bupati Kubar Edyanto Arkan, Asisren III Setkab Kubar Aminudin dan Kepala Dinas Perhubungan Kubar Rahmat.

Hadir pula Bagian Sumber Daya Alam, F Iwan B, Yohanes Sau dari Badan Keuangan dan Aset Daerah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ali Sadikin, Kepala Bagian Pemerintahan Misran Efendi, dan Suwito selaku Kepala Bidang di Badan Pertanahan Kubar. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here