Hits: 27

Hobi: “Saya netral saja, yang penting jalan bagus”

Kantor Kepala Kampung Dingin, Kecamatan Muara Lawa. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Masyarakat Kampung Dingin di Kecamatan Muara Lawa, berharap proyek pembangunan oleh pemerintah daerah tidak terhambat. Demi kelancaran mobilisasi atau pergerakan warga, proyek yang akan dikerjakan dapat berjalan baik. Agar sekitar 900 lebih penduduk dalam 300 kepala keluarga yang tersebar di lima rukun tetangga mendapat imbas positif.

Diakui Kepala Kampung atau Petinggi Dingin, Hobi, akses utama dari dan ke pemukiman asal di tepi Sungai Kedang Pahu telah ditingkatkan dalam lima tahun terakhir. “Dari kampung ke Jalan PU (Jalan Poros Kubar-Kukar) sekitar 4 kilometer. Ada semenisasi di era pak Yapan (Bupati Kutai Barat, FX Yapan),” ujarnya pada Jumat, 20 Agustus 2021.

Dilantik pada 25 Oktober 2019 dan resmi sebagai Petinggi Dingin setelah serah terima jabatan pada 19 November 2019, Hobi mengaku mengedepankan pembangunan infrastruktur. Terutama akses utama yang menghubungkan wilayah RT 1 dan RT 2 di perkampungan asal. Juga RT 3 yang berada di perbatasan Kampung Peninggir dan RT 4 di Muara Sendirik menuju Jalan Poros yang ada puluhan rumah di wilayah RT 5.

“Total 4 kilometer, lebih panjang yang masih tanah. Kami ingin proyek jalan ini diteruskan. Siapa saja yang kerja, silahkan dan jangan ada yang menghambat. Kalau ada yang hambat, tolong kami dari kampung dipanggil,”ucapnya.

Hobi yang meneruskan kepemimpinan Lempung sebagai Petinggi Dingin di periode 2013-2019, menyinggung keberadaan Jembatan Sungai Dingin yang tampak miring dan pondasinya turun. Meski material kayunya masih tampak kokoh, namun sangat berisiko untuk dilintasi.

Kepala Kampung Dingin, Hobi, menunjukkan kondisi Jembatan Sungai Dingin yang tampak sudah miring dan turun pondasinya. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kami minta permanen, jangan yang ulin terus. Lihat keadaannya, tidak layak lagi. Sudah pernah diperbaiki, tapi turun lagi. Kita tidak bisa larang orang lewat angkut material, karena itu juga untuk pembangunan di kampung,” katanya.

Hal itu dikuatkan dengan aspirasi warga lainnya. “Kalau bisa dibangun dengan rangka baja. Jangan kayu lagi, agar bisa tahan lama,” kata Misip, warga RT 2 saat disinggung kondisi jembatan dengan bentangan sekitar 40 meter dan lebar 4 meter tersebut.

Demi kelancaran pembangunan di kampungnya, Hobi menolak untuk memberikan rekomendasi pada salah satu pihak yang ingin mendapat proyek dari pemerintah daerah. “Ada yang datang minta tandatangan rekomendasi, saya tolak. Saya netral saja, yang penting jalan bagus. Silahkan mengikuti proses tender atau lelang sesuai aturan berlaku. Kalau proyek tidak jalan, kami yang dirugikan,” tegasnya.

Jika anggaran dari Alokasi Dana Kampung dan Alokasi Dana Desa Kampung Dingin mencukupi, ia ingin membangun gedung serba guna. Yang bisa dijadikan tempat pertemuan dengan banyak peserta, dan sekaligus menjadi gelanggang olahraga di kampung.

“Mau bangun GOR, lahan tidak ada. Karena yang tadinya mau dihibahkan ditarik kembali. Sementara aturan tidak bolehkan beli lahan,” ujarnya seraya menambahkan, ada 136 penerima Bantuan Langsung Tunai di Kampung Dingin dan 8 persen anggaran kampung digunakan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here