Hits: 0

DPRD Kubar Ajukan Raperda Jalan Angkutan Sawit

Jalan Trans Kaltim-Kalteng di wilayah Kecamatan Bentian Besar tidak hanya rusak parah akibat truk pengangkut buah sawit dan CPO, tapi juga kerap terjadi kemacetan jika ada yang mogok atau terperosok. LIRIN COLEN DINGIT/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR-KABARKUBAR.COM
Jalan Poros Kecamatan Muara Lawa-Kecamatan Bentian Besar rusak parah. Jalan sepanjang 35 kilometer lebih yang berstatus Jalan Negara itu, tampak berlubang di sana-sini. Ratusan titik kerusakan di ruas jalan itu dituding akibat maraknya truk pengangkut buah sawit dan minyak sawit mentah atau Cruide Palm Oil yang beroperasi.

Jika mulai masuk ke Jalan Trans Kaltim-Kalteng itu, memang akan tampak aspal mulus. Namun jika telah masuk lebih jauh dari Jalan Trans Kubar-Samarinda, tepatnya di Simpang Kalteng, Kampung Dingin Kecamatan Muara Lawa, barulah terlihat kerusakannya. “Lepas itu rusaknya parah dan sangat mengganggu pengendara. Bahkan telah memakan korban jiwa, belum lagi yang cedera berat atau ringan,” ungkap Nyeloi Adi S, tokoh masyarakat Kecamatan Bentian Besar.

Aspal mulus Jalan Negara di Kecamatan Bentian Besar sudah kembali seperti kondisi belasan tahun lalu. LIRIN COLEN DINGIT/KABARKUBAR.COM

Mantan Petinggi (kepala kampung) Jelmuq Sibak ini mengatakan, dari simpang Kalteng menuju ibukota Bentian Besar di Kampung Dilang Puti berjarak 35 kilometer lebih. Kerusakannya telah meresahkan masyarakat Bentian Besar sebagai pengguna jalan. Sejak mulai diaspal tahun 2008 lalu, jalan tidak pernah mulus seluruhnya. Sebab model pembangunan per ruas dan waktu yang berbeda. “Belum selesai mengaspal di ruas satu, sudah rusak di ruas yang lain,” jelasnya.



Hal senada disampaikan Lirin Dingit, tokoh pemuda Bentian Besar asal Kampung Dilang Puti. Keluhan masyarakat telah kerap disampaikan ke pihak terkait, tapi terkesan diabaikan. Sejumlah kecelakaan telah terjadi akibat kerusakan jalan, hingga memakan korban jiwa. Salah satunya, seorang ibu warga Kampung Penarung, meninggal di akhir tahun 2014 lalu. Ia ikut anaknya yang mengemudikan motor melintasi jalan itu. “Tidak sadar ada banyak titik yang amblas, karena terlihat mulus. Pas di situ (jalan amblas) tidak mampu mengendalikan motor dan si ibu terjatuh, akhirnya meninggal dunia,” tukas Lirin yang berprofesi sebagai Pengacara ini.

Tidak hanya membuat jalan rusak parah, truk pengangkut sawit juga kerap membuat jalan tidak dapat dilintasi. LIRIN COLEN DINGIT/KABARKUBAR.COM

Lirin mengungkapkan, saat ini jalan tersebut semakin parah. Truk CPO dan sawit yang tiada henti beroperasi siang dan malam, membuat kerusakan terus bertambah. “Kami hanya sebentar merasakan mulusnya aspal di jalan ini. Sekarang kembali lagi kondisinya seperti belasan tahun lalu,” katanya.



Pantauan KabarKubar.com, truk yang melintas dari dan ke pabrik CPO PT Ketapang Agro Lestari di Kampung Penarung, Bentian Besar, berbobot antara 8 hingga 25 ton. Tidak itu saja, sejumlah perusahaan perkebunan sawit di seputar Bentian Besar dan Kecamatan Damai juga ikut memasok buah sawit ke pabrik. “Kalau begini terus, lama-lama kami tidak bisa keluar masuk ke kampung. Kok tidak ada perhatian para pejabat ya?” ketus Hamidah, warga Kampung Dilang Puti, Bentian Besar.

Lirin Colen Dingit, Tokoh Pemuda Kecamatan Bentian Besar, saat melihat truk loboy pengangkut alat berat yang terperosok di Jalan Trans Kaltim-Kalteng yang rusak parah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menanggapinya, anggota DPRD Kubar dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Bartolomeus Iku, mengakui telah membahas kerusakan jalan di gedung Dewan. Bahkan, telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah dari inisiatif DPRD Kubar. Yakni, Raperda tentang Penyelenggaraan Jalan Umum Dan Jalan Khusus Untuk Kegiatan Pengangkutan Batubara dan Kelapa Sawit. “Selama ini belum diatur retribusi khusus untuk truk sawit yang melintasi jalan umum. Kita juga tidak mau menyalahi aturan dalam bertindak, harus ada payung hukum yang jelas,” katanya saat ditemui sedang melintas di jalan parah tersebut.

“Di sisi lain, kita juga mengakui ada peningkatan perekonomian dengan kehadiran bisnis kelapa sawit, termasuk aktifitas pengangkutannya. Jadi kita akan berbuat yang terbaik bagi masyarakat melalui raperda yang kami ajukan itu,” imbuh Iku.
Sonny Lee Hutagalung



Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here