Hits: 34

Muatan Kayu Berlebih, Sekali Angkut Bisa 8 Meter Kubik

Akses yang rusak membuat masyarakat pun terkendala saat melintasi titik jalan berlumpur. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

NYUATAN – KABARKUBAR.COM
Warga Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan mengeluh. Pasalnya, kondisi jalan penghubung mereka ke luar kampung, kian rusak parah. Padahal jalan ini merupakan akses utama, menuju daerah lain terutama ke Sendawar, ibukota kabupaten Kabupaten Kutai Barat. Warga menduga ada aktivitas tidak resmi atau ilegal yang berimbas rusaknya jalan tersebut.

“Siapa yang tidak jengkel, kalau jalan selama ini bagus, kini ada beberapa titik yang rusaknya sangat parah. Sehingga kita sangat kesulitan untuk melintas,” ungkap seorang warga minta tak disebutkan namanya.

Menurutnya, sebelum jalan itu rusak seperti sekarang, hanya butuh waktu sekitar sejam untuk menuju kawasan Linggang Bigung. Tidak masalah apakah saat hujan atau tidak. Namun saat ini waktu tempuh jadi jauh lebih lama.

Sejumlah warga yang ditemui KabarKubar, mengaku geram dengan adanya aktivitas truk jenis dump truck yang mengangkut kayu melalui jalan kampung mereka. Mereka menduga aktivitas itu ilegal, dan memperparah kerusakan jalan yang masih banyak spot jalan tanah ini. Sebagian berada di antara jalan yang sudah berupa rigid beton atau semenisasi.

Kepala Kampung atau Petinggi Intu Lingau, Abed Nego mengakui, kondisi akses ke kampungnya saat ini ada beberapa titik yang rusak parah. Sehingga sangat sulit dilalui. Hal ini tidak saja berakibat kendala transportasi, namun juga berimbas ke ekonomi. Mengingat barang kebutuhan sehari-hari warga didatangkan melalui akses jalan ini.

Sejumlah titik jalan di Kampung Intu Lingau, Kecamatan Nyuatan, tampak rusak parah dan membuat Petinggi serta warga meminta pihak terkait untuk turun tangan. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here