Hits: 0

Melalan Didatangi 23.428 Penumpang pada Januari-September 2017

Kepala Bandara Melalan, Kabupaten Kutai Barat, Sumaryanto, bersama seorang Staf. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Berhentinya pelayanan penerbangan dari dan ke Bandara Melalan di Kabupaten Kutai Barat, membuat banyak pihak resah. Selain menyulitkan aktivitas masyarakat, sejumlah pebisnis pun terkendala dalam transaksi ekonomi. Namun, jawaban atas itu sudah disampaikan Sumaryanto selaku Kepala Bandara Melalan. Ia optimis, maskapai Express Air  akan terbang dari dan ke Melalan akhir bulan ini.

“Minggu ketiga dalam November ini, Express Air akan mendarat di Melalan. Sekarang manajemen Express Air sedang menyiapkan izin resmi untuk beroperasi di Kaltim,” ujar Sumaryanto, Rabu 8/11/2017 di ruang kerjanya.

Bandara Melalan yang terus berbenah dari tahun ke tahun, untuk memberikan pelayanan lebih baik kepada para Penumpang. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Ia menjelaskan, kebutuhan jasa angkutan udara di Kubar akan terpenuhi. Jika armada maskapai itu telah diperbolehkan terbang di Kaltim. “Kami sudah bertemu langsung dengan Pak Bupati Kubar, FX Yapan bersama perwakilan maskapai Express Air. Mereka menyatakan siap beroperasi segera mungkin,”  kata Sumaryanto.

Dia menuturkan, saat ini Express Air sdang mengurus izin Slot Time atau izin jadwal keberangkatan dan rute yang akan dijalani di Kaltim serta Kaltara. Ia menyebut, diusahakan pekan ketiga dalam bulan ini, semua izin itu sudah beres. Soal jadwal penerbangan, Express Air akan melayani 3 kali dalam sepekan di Bandara Melalan. “Armada yang digunakan adalah jenis ATR 42, merupakan pesawat penumpang regional jarak pendek,” tukasnya.

Ditambahkannya, dari Januari hingga September 2017, tercatat 23.428 penumpang yang datang dan pergi dari Bandara Melalan dengan tipe bandara kelas tiga itu. Sejak awal terjadi transportasi udara bagi masyarakat umum pada 2012 silam, di Bandara Melalan mencatat ada 14.557 penumpang, pada 2013 ada 27.293 penumpang. Kemudian 2014  terdapat 41.184 penumpang, pada 2015 sebanyak 33.267 penumpang, dan 2016 ada 33.073 penumpang dari dan ke Bandara Melalan.

Tertundanya penerbangan selama hampir tiga bulan terakhir, membuat Pendapatan Nasional Bukan Pajak Bandara Melalan berkurang. Padahal, sebelumnya selama ada penerbangan maskapai Kalstar, bandara itu sedikitnya menghasilkan PNBP untuk negara mencapai Rp 20 juta perbulan.

Terhentinya penerbangan Kalstar ditanggapi segera oleh Bupati Kubar FX Yapan. Saat menerima pihak Express Air di ruang kerjanya, bupati mengaku sangat berharap armada baru itu segera melakukan penerbangan dari dan ke Bandara Melalan. “Kita berharap bersama, semoga nanti tarif penerbangan lebih terjangkau,” tuturnya. #Lilis Sari

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here