Beri Vaksin Anak Balita hingga SMP

Kepala Unit Pelayan Teknis Pusat Kesehatan Masyarakat Melak, Ena Rosana. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

MELAK – KABARKUBAR.COM
Dalam dua bulan belakangan, Pusat Kesehatan Masyarakat Melak melakukan pelayanan kesehatan Door to Door, atau dari pintu ke pintu. Khususnya untuk pemberian vaksin bagi anak-anak usia dini hingga remaja. Pelayanan kesehatan itu merupakan salah satu realisasi Program Indonesia Sehat yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Menurut Pimpinan Unit Pelayanan Teknis Puskesmas Melak, Ena Rosana, Program Indonesia Sehat dengan pendekatan keluarga sudah berjalan di 2018 ini. Dengan mendatangi rumah ke rumah masyarakat, atau pintu ke pintu. Program itu sudah berjalan di tiga kampung, dan akan selesai untuk empat kampung. Namun untuk kelurahan belum dilaksanakan, dan rencananya di akhir Agustus nanti.



“Program Indonesia Sehat pendekatan keluarga harus juga berjalan tahun ini untuk dituntaskan tahun 2019 mendatang. Di akhir masa bakti Presiden Joko Widodo,” ujar Eni Rosana, Jumat 3/7/2018 di ruang kerjanya.

Ena menjelaskan, terkait program pemberian vaksin, sejauh ini telah berjalan di dua sekolah. Yakni SD Negeri 02 Melak Ilir dan SMP Negeri 1 Melak. Dengan sasaran anak usia 9-11 tahun, dan telah dilaksanakan kemarin di Posyandu Meranti. Diawali dari SMP, SD hingga TK dan kemudian di Posyandu. Program ini pun bertahap dalam dua bulan, dengan pola setiap hari petugas mendatangi sekolah dan posyandu. “Ini sudah disosialisasikan, jadi tinggal jalan saja,” katanya.

Puskesmas Melak menargetkan menuntaskan Program Indonesia Sehat di tahun 2019 mendatang. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Disinggung pelayanan harian di lingkungan Puskesmas Melak, Ena mengaku Penyakit Inspeksi Saluran Napas Atas atau Ispa mendominasi keluhan pasien di tahun 2018. Meski demikian, Ispa disebut bukan wabah. Sedangkan kegiatan sudah berjalan adalah pemberian vaksin untuk Measles Rubella atau Campak Rubella.

Soal Pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kartu Indonesia Sehat, dilayani layaknya seperti pasien pada umumnya. Hanya saja perlu mengantri dan sesuai prosedur. Puskesmas sedang berbenar sembari memberikan pelayanan. Karena telah memiliki Akreditasi.

Sekarang, kata Ena, sudah ada kartu rekam medik. Jadi pasien harus membawanya jika ingin berobat atau periksa. Tapi jika kartu itu hilang, maka perlu menunggu waktu yang agak lama, sekitar 10 menit, karena petugas mencari data pasien lebih dulu. “Terpaksa tetap yang kami utamakan yang punya kartu terlebih dahulu, karena sesuai SOP pelaksanaan,” pungkasnya. #Lilis Sari/Advertorial



Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here