Hits: 18

Rekap Usulan SMK Se-Kaltim Sudah Mencapai Rp611 Miliar

Verifikasi Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2022 yang diadakan di Laboratorium Komputer SMKN 1 Bongan pada Sabtu, 19 Juni 2021, dihadiri sejumlah kepala sekolah dan operator sekolah. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM 

BONGAN – KABARKUBAR.COM
Sebanyak 40 sekolah setingkat SMA di Kabupaten Kutai Barat  mengusulkan anggaran senilai Rp75 miliar ke Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia. Usulan itu disampaikan melalui aplikasi Kolaborasi Perencanaan dan Informasi Kinerja Anggaran atau e-Krisna. Nilai itu terekap hingga pekan ketiga Juni 2021 ini.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Sub Bagian Perencanaan Program pada Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur, Mispoyo. Saat Verifikasi Dana Alokasi Khusus Fisik Tahun Anggaran 2022 pada Sabtu, 19 Juni 2021.

Mispoyo mengungkapkan, masih ada waktu selama tiga hari hingga Senin, 21 Juni 2021 untuk mengusulkan anggaran bagi SMA, SMK, Madrasah Aliyah dan Sekolah Luar Biasa. “Kubar sudah usulkan Rp75 miliar, setidaknya 10 persen bisa dapat (disetujui Kemendikbud),” katanya dalam acara di Laboratorium Komputer SMK Negeri 1 Bongan Kampung Bukit Harapan, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat.

Menurut data yang dibukanya, realisasi DAK Fisik tahun 2021 untuk sekolah di seluruh Kaltim sebesar Rp194 miliar dari usulan Rp1,7 triliun. Sedangkan tahun 2021 mendapat Rp165 miliar dari usulan Rp1,6 triliun. “Tahun lalu Kubar saja mengusulkan DAK Fisik senilai Rp124 miliar,” jelasnya.

Ia mengakui, Kaltim masuk urutan ketiga pengusul anggaran tertinggi di Kemendikbud. Untuk pengusul tertinggi adalah Provinsi Sumatera Utara. “Khusus SMK, Kaltim sudah usulkan Rp611 miliar per 17 Juni 2021,” ujar Mispoyo yang menduduki posisinya sejak tahun 2019.

Dalam kegiatan yang dihadiri sejumlah operator e-Krisna dan kepala sekolah itu, Mispoyo yang didampingi tiga staf membimbing untuk pengisian data usulan. Selain memasukkan atau memilih daftar usulan, foto dan data pendukung lainnya juga diharuskan tidak salah dalam pengisian.

“Kebanyakan yang tidak disetujui usulannya karena data titik koordinat lokasi yang diusulkan tidak ada. Jadi harus ada titik koordinatnya, bisa diambil dari Google Maps,” katanya seraya menyebut e-Krisna harus dikirim ke Jakarta terakhir pada Senin, 21 Juni 2021.

Kasubbag Perencanaan Program Disdikbud Provinsi Kalimantan Timur, Mispoyo, menjelaskan cara yang benar dalam mengisi data pada aplikasi Krisna. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Kepala SMKN 1 Linggang Bigung, Rusman, menanyakan usulan yang tidak muncul di e-Krisna. “Kok tidak ada itemnya, apa memang usulan dibatasi?” katanya.

Jumlah usulan, jelas Mispoyo, tidak dibatasi. Bahkan ia berharap tiap sekolah bisa mengusulkan sebanyak-banyaknya. Sehingga dengan nilai usulan yang besar, peluang realisasi juga semakin besar. Hanya saja, laporan dalam Data Pokok Pendidikan berpengaruh ke sistem dalam aplikasi.

Ia menyebut, jika data dapodik tidak diperbarui atau update, nama sekolah pun tidak muncul di e-Krisna. “Jika di dapodik laporan bangunan semua baik, maka usulan rehab bangunannya terkunci. Karena dianggap tidak perlu rehab,” katanya.

“Kenapa tahun ini kok ada sekolah yang dapat banyak ruang kelas baru. Tahun lalu sekolah kita hanya dapat satu ruang kelas baru,” tanya Eduardus Bala, Kepala SMAN 1 Jempang.

Menjawabnya, Mispoyo mengatakan jika tahun 2021 sarana dan prasarana pendidikan menganut ketuntasan. Jadi satu sekolah bisa mendapat lima ruang kelas baru. Sementara tahun lalu, satu sekolah hanya dapat satu ruang kelas. Bisa jadi mengusulkan, tapi tidak pasti dapat. Itu karena memang di dapodik sekolah bersangkutan jelas ada kebutuhan ruang kelas baru.

“Kalau di dapodik hanya ada 10 ruang kelas, berarti masih bisa mengusulkan dan mendapat 10 yang baru. Kalau di dapodik sudah ada 20, ya tidak akan muncul item pembanguan RKB,” tegasnya.

Aplikasi Krisna mengintegrasikan sistem dari tiga kementerian. Yakni Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PANRB. Untuk mendukung proses perencanaan, penganggaran, serta pelaporan informasi kinerja.

Selain Kepala SMKN 1 Bongan, Basarudin, hadir juga Kepala SMAN 1 Mook Manaar Bulatn, Markus Awang. Ada pula Kepala SLB Negeri Sendawar Paina Mardayati, dan Kepala SMA Swasta Sari Mentanang Ewaldus Sandur.

Dari data yang diperoleh KabarKubar, di Kubar terdapat 22 SMA, 14 SMK, 3 MA, dan 1 SLBN. Jenjang di bawahnya ada 59 SMP, dan 10 Madrasah Tsanawiyah. Lalu jenjang SD ada 202 sekolah, dan delapan Madrasah Ibtidaiyah.

Taman Kanak-Kanak ada 116 sekolah, 46 Kelompok Bermain atau Play Group. Ada juga Kursus 2 sekolah, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ada 6, dan masing-masing satu Sekolah Menengah Teologi Kristen dan Sekolah Dasar Teologi Kristen. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here