Hits: 0

10 Oktober 2018 Ditargetkan Laporan Final

Vaksin Measles Rubella yang untuk anak usia 9 bulan sampai 15 tahun, juga banyak diberikan di sekolah-sekolah setingkat TK, SD dan SMP di Kabupaten Kutai Barat. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat telah melaksanakan program Vaksin Measles Rubella atau MR di 16 kecamatan se-Kubar. Berdasarkan laporan yang dikumpulkan dari 19 Pusat Kesehatan Masyarakat, anak-anak yang sudah diberikan vaksin mencapai 47.066 orang. Dan pertengahan Oktober 2018 ini direncanakan tuntas dengan target 47.700 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kubar, Aliman, pemberian Vaksin MR di Kubar telah mencapai 92 persen. Pencapaian itu dihitung sesuai jadwal yang ditetapkan sebelumnya, yakni berakhir pada 30 September 2018 ini. Kemudian ada edaran yang disampaikan Kementerian Kesehatan, agar melanjutkan vaksinasi di wilayah kabupaten atau provinsi. Sehingga bisa terus memberikan suntikan vaksin di daerah yang belum tercapai target atau masih ada sasaran untuk disuntik.



“Laporan dari 19 Puskesmas, sudah disuntik 47.066 orang. Itu sudah 95 persen dari target 47.700,” ujarnya, Rabu 3/10/2018, melalui Yohana Hamisah, Koordinator Program Imunisasi Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Barat.

Yohana menjelaskan, sasaran dari Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI adalah 36.000. Sasarannya anak dari usia 9 bulan hingga 15 tahun atau setara dengan kelas 3 SMP. Karena 89 persen kasus Rubella terjadi pada anak di bawah 15 tahun. “Ini belum hasil akhir (47.066 anak yang sudah divaksin), karena saya menetapkan pada 10 Oktober 2018 sebagai laporan final hasil akhir Puskesmas,” bebernya.

Seorang pelajar salah satu SMP di Kabupaten Kutai Barat mengeluarkan ekspresi ketakutan saat disuntik vaksin MR. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

Disinggung soal penolakan untuk divaksin oleh sejumlah orangtua dari agama tertentu, ia menegaskan agar semangat para tenaga kesehatan di Puskesmas tidak kendur. Dan dianjurkan untuk tetap memberikan penyuluhan dan pengertian lainnya. “Dan jika masih ada masyarakat tetap tidak mau, maka akan didatangkan aparat terkait seperti dari Kementerian Agama, Ulama dan Camat,” jelas Yohana.

Yohana mengungkapkan, Vaksin MR adalah vaksin hidup yang dilemahkan, berupa serbuk kering dengan pelarut. Kemasan vaksin adalah 10 dosis per vial. Vaksin MR diberikan secara subkutan dengan dosis 0,5 mililiter. Vaksin ini diberikan untuk mencegah terjadinya penyakit yang disebabkan oleh virus campak dan rubella atau Campak Jerman.



Rubella adalah penyakit menular yang disebabkan virus Rubella. Gejala Rubella yang paling utama adalah ruam merah berbentuk bintik-bintik. Rubella sering terjadi pada anak yang belum mendapat vaksin campak, gondok, dan Rubella.

“Syukurnya, belum ada masyarakat kita yang teridentifikasi menderita penyakit Campak Rubella. Penyakit yang mendominasi di Kubar adalah hipertensi dan kencing manis atau Diabetes Melitus,” ungkap Yohana. #Lilis Sari/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here