dr Rita Sinaga: “Medis sangat menjaga privasi pasien. Kecuali Polisi yang minta”

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat melalui Gugus Tugas Penanganan Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 telah mengumumkan ada 12 pasien terkonfirmasi positif. Pernyataan itu didasari hasil uji laboratorium Balai Besar Laboratorium Kesehatan di Surabaya. Berbagai tanggapan disampaikan masyarakat melalui media sosial, khususnya di Facebook. Sebanyak 90 persen meminta dibuka data atau identitas diri mereka yang telah positif terpapar virus corona.

“Setuju (dibuka identitas pasien positif corona). Jadi yang merasa pernah kontak dengan yang positif bisa dengan sadar dan sukarela memeriksakan diri agar bisa memastikan kesehatannya,” tulis akun Albert Casmit dalam komentar status yang membagikan berita tentang 11 orang dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Pemilik akun ini adalah  Pengurus DPC Partai Hati Nurani Rakyat Kubar.

“Saya setuju jika terbuka, namun tentu ada alasan mendasar mengapa harus tertutup,” ujar akun Yahya Marthan, yang adalah Anggota DPRD Kubar dari Partai Gerakan Indonesia Raya.



“Setuju, jangan malu…justru sikap yang mulia bisa jadi contoh, seperti pak Menhub (Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi),” tulis akun Lorensius Balak, pemiliknya adalah AKP (Purn) Lorensius, Ketua Kerukunan Keluarga Dayak Bentian.

Tokoh Masyarakat Kecamatan Tering, Matius Lung, juga berkomentar. “Usul yang sama, nama dan alamatnya disebut saja. Supaya bisa didoakan dan yang merasa kontak dengan yang bersangkutan bisa segera memeriksakan diri,” tulisnya di status yang sama.

Merespon itu, Kepala Dinas Kesehatan Kubar, dr Ritawati Sinaga mengaku tidak sepakat untuk membuka data pasien yang terkonfirmasi positif corona.”Itu privasi, dan kebanyakan justru jadi stigma, jadi hoax nantinya,” katanya kepada KabarKubar, usai Siaran Pers di Media Center Covid-19 Pemkab Kubar pada Minggu, 26 April 2020 sekira pukul 20.30 Wita.

Rita Sinaga yang lama bertugas sebagai Kepala Puskesmas Melak itu bersikukuh tidak akan mengabulkan permintaan banyak warga Kubar itu. Ia menegaskan pentingnya mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap menerapkan pola hidup sehat. Selalu menggunakan masker, dan rajin cuci tangan.

“Medis sangat menjaga privasi pasien. Kecuali Polisi yang minta, itu pun harus pakai surat. Saya masih pakai ilmu saya (kode etik dokter),” ujar wanita yang masuk dalam Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Kubar.

Ditambahkan Pasi Ops Kodim 0912/KBR, Kapten Infanteri Hariyadi, merahasiakan data pasien positif corona juga untuk keamanan yang bersangkutan. Ia meminta warga tidak panik. Sebab pengawasan sudah cukup baik, dengan pasien yang telah diisolasi, tidak kemana-mana. “Jika dimakamkan (pasien yang meninggal) pun prosesnya juga tidak sembarangan,” tegasnya.

Pro dan kontra atas keinginan masyarakat agar data atau identias pasien positif corona dibuka terlihat di media sosial. Berikut sebagian yang dikutip KabarKubar:



Mery Melinda Inuq
Benar, kita tidak tau itu teman dekat, itu sepupu Dll, siapa tau kita tau edintitas nya kita bisa memberi semangat kepada yg positif itu atau keluarganya,
Hanya orng” yang ndk punya hati aja yg membully orng sakit, 😊
Maaf jika saya ada salah kata 🙏

Agnes Elisabeth Bulan
Org di minta jujur, knp org yg positip di rahasia kan?kasian saudara kita yg di sekitar yg tdk tau😭

Febry Indra Setiawan
Belajar dr pengalaman pertama, setelah masyarakat umum tau identitas si penderita/kluargax,betapa dahsyat n hebatx cacian,hujatan bhkn sumpah serapah, kepada keluarga/si penderita,jd mungkin ini alasan knp pihak berwenang ttep merahasiakan identitas si penderita,maaf kalo salah🙏🏻🙏🏻🙏🏻

Tambah 1 Positif Corona, Masih Klaster Gowa

Javet Robby
S7, belajar dr keberhasilan vietnam nol kasus kematian, dan menekan kasus positif menjadi nol. Kini mereka sudah kembali normal aktiviyas negarax stelah masa lockdown. Salah satu rahasiax adalahengungkap indentitas pasien dan keluarga dan lingkungannya. Dan sebagai warga kita juga harus siap menerima, tidak boleh mengstigmasi mereka, kluarga dan lingkunganx. Justru bahu mbahu membantu dan mnyemngati. Hal ini juga yg dilakukan warga veitnam terhadap pasien ( bukanx nyinyir dan menolak)!!!



Selina
Coba terbuka saja biar kita tau , lbih baik kita tau dri pda di sembunyikan , toh ujung2nya nanti ketahuan juga ,, biar kita semngat berjaga2 tpi klu di rahasiakan trus ,ntr di bilang hoax lagi ya tidak ..siapa tau ada klga yg kna mna kita tau ..atau diri kita sendiri jauh kan bala ..nmanya saja kita dgr dri org ke org ..tpi harapan mudah2an kita smua seht smua dan covid ini cpt berakhir dan berlalu ..Amin ..

Pitalis Herianto
Masih terkendala Undang-undang sehingga data pasien corona dirahasiakan….kecuali pemerintah mau merevisi UU nya…

Donal Charles Martua Simamora
Sangat setuju sekali,lebih baik jujur biar penanganan lebih cepat.. dan tidak sempat terjangkit sama yg lain.

Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Yacob Tullur, mengumumkan tambahan satu pasien positif terpapar corona dari hasil uji laboratorium Surabaya pada Minggu, 26 April 2020 sekira pukul 20.30 Wita. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Adhy Taufan
Langsung aj sebutkan nama dan alamat yg pasti bagi pasien yg positif covid 19 agar masyarakat lebih berhati” lagi….kalau cuma inisial gak da yg tau..

Tri Irwansyah
Mau tanya Seandainya NAMA DAN ALAMATNYA Di kasih tau kekalian..Apakah Kalian berani menjamin tidak ada kata BULLIY buat keluarga mereka yg terkena COVID 19?Apakah Kalian akan tetap menganggap Mereka warga kalian atau tetangga kalian?Siapa yang mau bertanggung jawab??Sedangkan Kalian tau mereka yang kena COVID 19 org” yg habis melakukan perjalanan dari GOWA aja kalian permasalahkan habis habisan sampai merembet k masalah lainx…
contoh udah ada bosku d luar kota sana yg sakit siapa tapi keluargax yg d hina dan d usir..mangkax indonesia gak lagi menyebutkan nama pasien sama alamtx..bukan d kubar aja nama pasien d rahasiakan

Shinta Tri Uari
Bukan mengucilkan keluarga nyaa yaa, hanya saja demi kebaikan bersama lebih baik pihak keluarga jujur dan melakukan isolasi mandiri dan jujur kepada siapa saja mereka berinteraksi ..
Kalopun positive tetangga2 ga bakal mengucilkan, yang ada pasti dibantu “menurut saya sih”



Untuk diketahui, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pemkab Kubar telah mengumumkan saat ini ada 12 warga Kubar yang positif tertular virus corona. Mereka berasal dari empat kecamatan. Rinciannya, Melak sebanyak 6 pasien, Bongan 4 pasien, serta Sekolaq Darat dan Damai dengan masing-masing 1 pasien.

“Dari 12 yang positif ini, 11 diantaranya adalah pelaku perjalanan dari Gowa (Ijtima Ulama Dunia di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan). Satunya lagi adalah transmisi lokal, karena dia tidak memiliki riwayat perjalanan kemana-mana,” ujar Sekretaris Kabupaten Kutai Barat, Yacob Tullur.

Dari data yang dirilis Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, pasien positif corona di Kaltim sebanyak 105 orang pada hari ini. Kubar menempati posisi ke empat dengan 12 pasien positif, sama dengan di Kabupaten Kutai Timur. Terbanyak adalah di Kota Balikpapan dengan 27 orang, diikuti Kota Samarinda sebanyak 15 orang dan Kabupaten Penajam Pasir Utara ada 14 orang. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here