Hits: 23

Menanam Sejak Tahun 2006 dan Sudah Berdiameter 40-45 Centimeter

Pohon langka yang ditanam Sarmansyah sejak tahun 2006 di lahan miliknya. SUNARDI/KABARKUBAR.COM 

LINGGANG BIGUNG – KABARKUBAR.COM

Bumi yang kita  cintai ini tentu harus terus dirawat dengan menjaga kelestarian lingkungannya. Sebab kelestarian alam merupakan salah satu warisan yang akan diturunkan kepada generasi selanjutnya. Oleh karena itu, kepedulian terhadap lingkungan harus ditanamkan di benak generasi penerus sejak usia dini.

Hutan dan pohon-pohon di dalamnya, menjadi bagian lingkungan yang sangat berkontribusi dalam menata ekosistem. Selain siklus air, menyediakan oksigen, pohon juga berperan dalam mengurangi tingkat polusi udara. Berkurangnya pohon di hutan akibat kegiatan deforestasi, membuat hutan tidak akan bisa lagi berfungsi sebagaimana mestinya.

Banyak faktor yang menyebabkab jumlah pohon semakin menurun, dan kerusakan hutan di tanah air cukup memprihatinkan saat ini. Indonesia sudah kehilangan jutaan hektare hutan akibat kegiatan deforestasi.

Berkaca dari itu, Sarmansyah seorang warga Kampung Linggang Tutung Kecamatan Linggang Bigung, berinisiatif menanam pohon. Ada tiga jenis pohon ditanam sejak tahun 2006 silam di lahan miliknya seluas 7 hektare. Termasuk pohon yang kini sudah dianggap langka, yakni Tengkawang, Kapur dan Jati.

Sarmansyah menjadikan pohon langka yang ditanamnya sebagai warisan bagi anak dan cucunya. SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Diakui Sarmansyah, menanam pohon jenis ini, salah satu upaya dalam melestarikan pohon. Selain itu, sengaja dilakukan untuk mengisi lahan kosong miliknya. Saat ini sebagian pohon yang ia tanam sudah mencapai diameter 40 centimeter.

“Ya, saya tanam pohon ini sebagai pengingat untuk anak cucu nantinya. Ini upaya yang dapat saya lakukan untuk menjaga kelestarian pohon jenis yang ada ini,” ungkap Sarmansyah saat di tanya kenapa lebih memilih menanam pohon-pohon tersebut dibanding karet atau kelapa sawit.

Sambil berkeliling melihat pepohonan yang ditanamnya, Sarmansyah mengatakan, ada sekitar 400 pohon Tengkawang dan 300 pohon Kapur yang sudah di tanam di lokasinya. Sayangnya ada sebagian yang mati akibat terjadi kebakaran hutan.

Namun ia tak berputusasa, dan menanam kembali di lokasi yang ada. Di lokasi berbeda, ia juga sudah menanam 300 pohon Kapur dan 500 pohon Jati. Sehingga ada 1.500 pohon yang ditanamnya dari tiga jenis pohon.

“Saya tanam jati ini, menjawab tantangan sebagian orang yang mengatakan jika pohon jati tidak bisa tumbuh di Kalimantan. Ternyata saat ini jati yang saya tanam, pohonnya sudah berdiameter 40 sampai 45 centimeter,” ungkap pria yang juga penggiat media sosial ini.

“Apapun yang kita lakukan, sekecil apapun itu, harus memiliki dampak positif baik bagi sesama maupun bagi lingkungan sekitarnya,” tutup pria yang pernah menjabat Kepala Adat dan Ketua BPK Kampung Linggang Tutung. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here