Hits: 5

Akan Ada Pemecahan Rekor MURI 1.500 Pria Memakai Mandau

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Barat, Silvanus Ngampun. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Perayaan Dahau sebagai Peringatan Hari Jadi Kabupaten Kutai Barat ke 19 tahun, akan diisi beragam acara. Selain pameran pembangunan selama sepekan, ada acara bertemakan adat budaya tradisional. Salah satunya adalah Upacara Adat dari enam etnis yang akan dilaksanakan di enam Rumah Adat atau Lamin Adat di Taman Budaya Sendawar.

Dikatakan Ketua Panitia Penyelengara Dahau, Silvanus Ngampun, upacara adat itu mewakili etnis Suku Dayak Tunjung, Dayak Benuaq, Dayak Bahau, Dayak Kenyah, Dayak Aoheng dan Melayu. “Upacara itu masing dirancang sekarang, belum ditentukan namanya,” ujarnya, Jumat 5/10/2018 di ruang kerjanya sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar.



Silvanus menjelaskan, Panitia Penyelenggara Dahau sudah terbentuk dan telah dilakukan rapat penyusunan program kegiatan serta anggarannya. Agenda pokok pertama dalam Perayaan HUT Kubar ke 19 itu adalah Upacara Bendera. Saat itu akan ditampilkan Tari Kolosal seperti peringatan sebelumnya.

Usai upacara yang dilaksanakan pada hari puncak, yakni 5 November 2018, akan diadakan Karnaval Budaya. “Enam Etnis juga akan tampil dalam Busana Daerah dari tiap kecamatan. Berkarnaval dari luar TBS, dan masuk kembali ke TBS dengan disaksikan Bupati dan seluruh masyarakat,” kata Silvanus.

Salah satu penampilan peserta Festival Dahau pada 5 November 2006. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Festival Dahau sendiri terdiri dari Festival Tari, Lagu, dan Kuliner. Juga yang tidak kalah menarik adalah Pertandingan Olahraga Tradisional, seperti Gasing dan Logo. Termasuk Lomba Perahu Naga atau Ketinting yang pelaksanaannya di Sungai Mahakam. Ada juga Upacara Adat Nular, yang bertujuan membersihkan daerah dan masa tahun agar diberikan kesuburan tanah yang subur. Dan dibersihkan semua dari bermacam penyakit Upacara Adat Pokok Dayak Tonjung dan Benuaq ini akan dilaksanakan selama delapan hari.

Acara yang juga dianggap cukup menarik adalah pemecahan Rekor pada Musium Rekor Indonesia dengan 1.500 laki-laki mengunakan Mandau. Silvanus menyebut, Mandau adalah alat pemersatu, bukan untuk peperangan. Maka yang mengunakan Mandau bukan hanya orang Dayak, tapi seluruh masyarakat yang tinggal di Kubar wajib menggunakan Mandau sebagai pemersatu.



“Kita usahakan lebih dari 1.500 orang, mewakili OPD, kampung, kecamataan dan etnis. Jadi setelah Karnaval masuk membawa mandau dan semua pejabat membawa Mandau,” ucapnya seraya menambahkan kegiatan dimulai 28 Oktober 2018.

Perayaan Dahau 2018 dilaksanakan dengan tema “Dengan melestarikan seni dan budaya wujud cinta Indonesia di Kabupaten Kutai Barat”. Dan Sub Tema “Dengan Budaya Sempekat dan Kerukunan Menjaga Persatuan dan Persaudaraan di Tanaa Purai Ngeriman”. “Kita ajukan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk Perayaan Dahau 2018, dengan peserta diutamakan dari kelompok UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah),” pungkas Silvanus. #Lilis Sari/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here