Gabungan Birokrat dengan Pengayom dan Pelindung Ada Pada Rusmadi-Safaruddin

BALIKPAPAN – KABARKUBAR.COM
Inilah bedanya seorang Irjen Pol (Purn) Safaruddin. Meski darah yang mengalir di tubuhnya dari etnis Bugis, Sulawesi Selatan, tapi kecintaannya terhadap budaya Indonesia lain seperti suku Jawa sangat besar. Hal itu ditunjukkan ketika dia mengunjungi sebuah acara Seni Jaranan yang ditampilkan kelompok Sekar Sari Wiguno di Gunung Malang, Balikpapan, Sabtu 5/5/2018.

Saat itu Safaruddin mengutarakan gagasannya agar kelak seni budaya Jawa maupun suku lainnya diberikan tempat yang bagus. Karena potensinya sangat besar dalam hal membangkitkan ekonomi kreatif maupun menarik wisatawan.

“Karena kita satu. Indonesia. Tugas saya menjamin semua suku di Kaltim adalah warga negara Indonesia yang berhak hidup lebih tenang dan aman. Sebab dengan bermodalkan ketenangan dan keamanan, maka kesejahteraan bisa kita dapatkan. Insya Allah,” tutur Calon Wakil Gubernur Kaltim, Safaruddin kepada Wartawan.

Suku bangsa Jawa yang tinggal di Kalimantan Timur, menurut data kependudukan yang terpublikasi di Wikipedia.com, menempati urutan tertinggi dari suku-suku lainnya. Komposisinya adalah Jawa (29,55%), Bugis (18,26%), Banjar (13,94%), Dayak (9,91%), Kutai (9,21%), Toraja (1,16%), Sunda (1,59%), Madura (1,24%), Tionghoa (1,16%) dan Suku lainnya (13,18%).

Sebagai pengayom dan pelindung masyarakat, sudah tugas hari-hari Safaruddin ketika di kepolisian dengan jabatan terakhir Kapolda Kalimantan Timur. Maka, ketika berduet dengan Rusmadi Wongso dalam pemilihan gubernur, chemistry dengan mudah terbangun karena keduanya hadir saling melengkapi.

Rusmadi yang asal suku Jawa kelahiran Samarinda, adalah seorang birokrat dengan jabatan tertinggi sebagai Sekretaris Provinsi Kaltim. Dia juga pernah menjadi Kepala Bappeda dan Dekan di Fakultas Pertanian Unmul. Pasangan Rusmadi-Safaruddin dipertemukan oleh PDI Perjuangan yang berkoalisi dengan Partai Hanura. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri kemudian mengangkat Safaruddin sebagai Plt Ketua DPD PDIP Kaltim.

Ditemani oleh Yanto dari relawan Kaltim Bermartabat Balikpapan, Safaruddin mengutarakan tentang kekayaan budaya suku-suku bangsa di Indonesia. Seluruh suku itu ada di Kalimantan Timur dan dalam sejarahnya selalu hidup damai, aman dan saling menghormati. Tanpa merasa ada batasan sebagai suku pendatang dan suku asli. “Kami akan membangunkan fasilitas-fasilitas kesenian agar bisa dipakai untuk seni budaya seluruh etnis. Tanpa menyewa tempat lagi seperti ruang pertunjukan,” kata Safaruddin.

Kaltim ke depan seperti tertuang dalam Kaltim Bermartabat, yakni berdayasaing, mandiri, aman, sejahtera dan berkelanjutan. Semua potensi daerah diarahkan menjadi komoditas pariwisata yang dapat mendatangkan wisatawan lokal maupun mancanegara. #Achmad Yusuf

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here