Dikunjungi WHO dan Kemenkes RI, Bupati Kubar Minta Pemetaan dan Penelitian Malaria

0
121

Tiap Tahun Dinas Kesehatan Bagikan Kelambu Insektisida

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Perwakilan World Health Organization Indonesia dan Kementerian Kesehatan RI berkunjung ke Tanaa Purai Ngeriman. Kedatangan tim tersebut didampingi pihak Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur. Tujuannya beraudiensi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terkait komitmen pengurangan penyakit Malaria.

Bupati Kubar, FX Yapan berharap semua pemangku kebijakan dapat bersinergi dalam upaya mencapai target Eleminasi Malaria. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kubar, terdapat temuan kasus positif malaria di wilayah perbatasan. Yakni di Puskesmas Jambuk Kecamatan Bongan  yang berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Pasir Utara.

Juga di Puskesmas Dilang Puti Kecamatan Bentian Besar yang berbatasan dengan Kabupaten Barito Utara di Provinsi Kalimantan Tengah. “Pasiennya berasal dari luar Kubar, namun berobat di fasilitas kesehatan Kabupaten Kutai Barat,” ujarnya saat menerima tim di ruang kerja Kantor Bupati Kubar pada Senin, 23 Mei 2022.

Diketahui wilayah Kecamatan Bongan dan Kecamatan Bentian Besar merupakan daerah perbatasan. Sehingga mobilitas masyarakat cukup tinggi antar daerah. Berdasarkan data yang ada, masyarakat yang terindikasi positif malaria terbanyak dari perajin kayu atau pekerja perusahaan perkebunan. Karena rutinitasnya keluar masuk hutan di wilayah tersebut.

“Dalam hal ini, secara khusus saya meminta pihak aparat penegak hukum dapat melakukan tindakan tegas untuk dapat menertibkan orang yang masuk hutan. Mengingat 90 persen orang yang bekerja masuk hutan di wilayah yang perbatasan ini adalah pekerja kayu dan bukan berasal dari Kubar,” tegas FX Yapan.

Selain itu, Yapan mengimbau masyarakat Kubar untuk dapat menjaga kebersihan lingkungan. Di mana saat ini musim hujan, tentu ada air tertampung atau tergenang yang berpotensi menjadi tempat bersarang nyamuk. Sebab penyakit malaria ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles.

Pada kesempatan audiensi tersebut, Yapan menyarankan pihak WHO dan Kemenkes RI untuk melakukan penelitian di Kubar. Guna memetakan daerah, penyebab dan solusi mengatasi penyakit malaria. Sehingga target Eliminasi Malaria bisa tercapai.

Sementara itu kepada Dinas Kesehatan ia meminta segera melakukan Rapat Koordinasi Percepatan Eliminasi Malaria di Kabupaten Kutai Barat. Bersama Organisasi Perangkat Daerah terkait yang akan dilaksanakan pada Jumat, 27 Mei 2022.

Pemkab Kubar melalui Dinas Kesehatan Kubar telah membagikan kelambu insektisida antimalaria setiap tahun. Guna meminimalisir penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk tersebut. Kelambu insektisida antimalaria bantuan Kemenkes RI tersebut dikhususkan bagi warga yang tinggal di area atau wilayah perkebunan. #Sunardi

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here