Peduli Covid, ITM Group Salurkan Rp7,95 Miliar di Kubar

0
72

Generator Oksigen  Telah Produksi 5.736 Tabung Oksigen

PT Indo Tambangraya Megah menyerahkan secara simbolis bantuan alat kesehatan dan paket untuk warga terdampak di Kabupaten Kutai Barat senilai Rp7,95 miliar. KORNELIUS SUNARDI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM

Perusahaan pertambangan batu bara, PT Indo Tambangraya Megah Tbk, menyalurkan bantuan alat kesehatan senilai Rp7,95 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Barat. Bantuan itu diberikan dalam bentuk dana Corporate Social Responsibility atau CSR.

Tanggung Jawab Sosial  Perusahaan itu disalurkan lewat sejumlah unit layanan kesehatan sebagai upaya penanggulangan Corona Virus Disease atau Covid-19. Yakni melalui Rumah Sakit Umum Daerah Harapan Insan Sendawar, Rumah Sakit Santa Familia, serta beberapa Puskesmas di Kubar.

“Penyerahan alat kesehatan ini adalah wujud dan tindakan nyata yang dilakukan oleh Forum CSR yang ada di Kutai Barat,” ujar Bupati Kutai Barat, FX Yapan, dalam sambutan yang dibacakan oleh Pelaksana Tugas Asisten II Setkab Kubar, Nopandel.

Bupati berharap, perusahaan yang ada di Kubar hendaknya bersama-sama mendukung percepatan pembangunan daerah, termasuk ketersediaan alat-alat kesehatan. Hal itu diungkapkan saat penyerahan bantuan secara simbolis bersamaan dengan Peresmian Gedung Instalasi Generator Oksigen di RSUD HIS pada Senin, 20 Juni 2022.

Alasan bupati, pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Namun juga menjadi tanggung jawab semua pihak, baik dunia usaha maupun masyarakat. Sebab APBD Kabupaten Kutai Barat tentu tidak akan mampu memenuhi semua kebutuhan masyarakat. “Oleh karenanya, keterlibatan dunia usaha dan swasta sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Pemkab Kubar melalui Bagian Sumber Daya Alam juga melakukan berbagai upaya. Salah satunya, berkomunikasi dengan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral. Terkait untuk memberikan kebijakan bagi para pemegang Izin Usaha Pertambangan atau IUP.

Agar merevisi program PPM atau CSR untuk kegiatan atau pengadaan alat kesehatan. “Kiranya hal tersebut menjadi contoh untuk pihak-pihak lainnya untuk dapat melaksanakan. Bahkan meningkatkan program bantuan serupa,” tambahnya melalui Nopandel.

Apresiasi tinggi dan ucapan terima kasih disampaikan pemerintah kepada ITM Group Cluster Melak yang telah menyerahkan bantuan CSR. Antara lain PT Trubaindo Coal Mining (TCM), PT Bharinto Ekatama (BEK), PT Trust, PT Graha Panca Karsa (GPK), dan PT NPR.

Hal serupa juga disampaikan untuk perusahaan lainnya, yakni PT Teguh Sinar Abadi (TSA), PT Firman Ketaun Perkasa (FKP), PT Gunung Bara Utama (GBU), PT Bina Insan Sukses Mandiri (BISM) dan PT Thiess Indonesia.

Perwakilan Cluster Head TCM-BEK, Wahyu Harjanto selaku Kepala Teknik Tambang PT TCM, memberi penjelasan. Ide pemberian bantuan alat kesehatan ini berawal dari kasus pandemi Covid-19 di Kubar yang saat itu sedang tinggi- tingginya. Sehingga banyak masyarakat, bahkan beberapa karyawan ITM Group dirawat di rumah sakit maupun Puskesmas.

Salah satu masalahnya, sangat kesulitan dalam mendapatkan oksigen. Wahyu menerangkan, oleh dukungan dari manajemen, perusahaan dapat membantu masyarakat Kubar. Salah satunya adalah pengadaan alat Generator Oksigen.

Selain generator oksigen, pihak perusahaan juga telah memberikan bantuan berupa ventilator, dan tabung oksigen. “Sehingga kami pihak perusahaan berinisiatif membantu dengan memberikan bantuan tabung oksigen yang sifatnya sementara,” ungkapnya.

“Kami yakin ini bermanfaat, walaupun sekarang kondisi pandemi Covid-19 melandai. Karena tidak hanya masalah Covid-19, namun terkait penggunaan lainnya juga. Untuk membantu masyarakat yang dirawat di rumah sakit,” harap Wahyu.

Kepala Teknik Tambang PT Trubaindo Coal Mining, Wahyu Harjanto dan Asisten I Sekretariat Kabupaten Kutai Barat, Nopandel. KORNELIUS SUNARDI/KABARKUBAR.COM

Sementara itu, Direktur RSUD HIS, dr Akbar mengatakan, bantuan generator oksigen ini sangat membantu dalam penyediaan oksigen yang dibutuhkan pasien Covid- 19. Menggingat sebelumnya harus membeli oksigen ke Samarinda, yang tentu membutuhkan banyak biaya dan waktu lama.

Generator oksigen bantuan ITM ini adalah yang terbesar di rumah sakit yang ada di Indonesia. Berkapasitas produksi 140 tabung dengan kapasitas tabung 6 meter kubik dalam 24 jam.

Selain generator oksigen, juga ada bantuan HFNC atau High Flow Nassal Canula untuk pasien Covid-19, masker dan alat kesehatan lainnya. “Tentu dengan kapasitas yang besar, nantinya kami bisa membantu rumah sakit lainnya untuk ketersediaan tabung oksigen,” ungkap Akbar.

Di RSUD HIS sendiri, saat ini tersedia dua alat generator oksigen. Satu mesin generator oksigen dengan kapasitas 80 tabung yang pengadaannya menggunakan dana APBD Kabupaten Kutai Barat. Sedangkan generator oksigen yang berkapasitas produksi 140, merupakan bantuan CSR ITM Cluster Melak.

Kedua mesin generator oksigen ini telah difungsikan sejak Desember tahun 2021. Hingga pada Juni 2022, Generator Oksigen Bionet telah memproduksi 3.766 tabung, generator oksigen bantuan ITM, telah memproduksi sebanyak 1.970 tabung. Total produksi mencapai 5.736 tabung.

Turut hadir dalam kegiatan penyerahan dan peresmian ini, Wakil Kepala Polres Kutai Barat, Komisaris I Nyoman Wijana, dan perwakilan Kodim 0912/KBR. Termasuk perwakilan perusahaan, dan sejumlah Puskesmas dan Direktur RS Santa Familia, dr Winardi. #Kornelius Sunardi

Komentar

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here