Hits: 2

Paul Vius: “Tidak ada istilah baru. Kendala itu ada jika tidak ada kemauan,”

Camat Mook Manaar Bulatn, Rusmansyah, melantik Sendeng sebagai Penjabat Petinggi Kampung Muara Jawaq pada Rabu, 8 April 2020 pagi di Ruang Pertemuan Kantor Camat Mook Manaar Bulatn. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

MOOK MANAAR BULATN – KABARKUBAR.COM
Rabu, 8 April 2020 pagi, Sendeng dilantik jadi Penjabat Petinggi Muara Jawaq oleh Camat Mook Manaar Bulatn, Rusmansyah. Sah berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kutai Barat tertanggal pada Senin, 2 Maret 2020, yang ditandatangani Bupati Kutai Barat, FX Yapan. SK tersebut Nomor: 141/K.414/2020 Tentang Pemberhentian Petinggi dan Pengangkatan Penjabat Petinggi Kampung Muara Jawaq Kecamatan Mook Manaar Bulatn.



Dalam acara yang dihadiri undangan terbatas, Sendeng juga melantik lima orang yang akan membantunya sebagai staf. Mereka adalah:

  1. Andri sebagai Juru Tulis atau Sekretaris Kampung
  2. Jojo Swandi sebagai Kepala Urusan Umum dan Perencanaan
  3. Septi Rena sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan dan Pelayanan
  4. Darlan sebagai Kepala Seksi Pemerintahan
  5. Maria Oktaviani sebagai Kepala Urusan Keuangan

“Agar Pj Petinggi dan staf bekerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Jangan saling menyerobot tugas,” pesan Rusmansyah dalam pelantikan yang diadakan di Ruang Pertemuan Kantor Camat Mook Manaar Bulatn, Jalan Perintis RT 1, Kampung Gunung Rampah.

Penjabat Petinggi Kampung Muara Jawaq, Sendeng, melantik lima orang yang akan bertugas sebagai staf di Kantor Pemerintah Kampung Muara Jawaq. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

“Kasi Pemerintahan jangan kerjakan tugas Kasi Umum. Jika begitu, akan kacau. Jangan sampai salah dalam bekerja. Sulit jika bertabrakan, bukan jadi baik tapi bisa jadi masalah,” tegasnya seraya mengakui Masrun Abel sebelumnya telah menyampaikan pengunduran diri dan diproses sampai ke Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.
Dijelaskan Rusmansyah, Petinggi dan Staf Kantor Pemerintah Kampung Muara Jawaq harus berinovasi dan jika perlu melakukan perubahan untuk menjadi lebih baik. Tugas yang tadinya kurang bagus, menjadi bagus. Dalam mengelola pembangunan harus terencana baik, dan tidak berebut tugas yang akhirnya menimbulkan kisruh atau ribut.



“Yang tadinya tidak ada orang ke kantor, jadi ada. Tadinya tidak ada pot bunga, jadi ada. Jangan sampai masyarakat bilang Sekau ([percuma). Kepercayaan masyarakat jangan sampai menurun, tapi kita ingin meningkat,” imbuhnya dalam acara yang dihadiri juga Sekretaris Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Pit Anugrah dan Kasi Pemerintahan, Albert Frihendranus.
Bagaimana kemampuan manajerial sehingga pekerjaan lebih baik, itu yang harus diutamakan. Tidak saling menyalahkan, tapi lebih dahulu melihat atau instropeksi diri sendiri. Jika menemukan masalah yang tidak bisa diselesaikan di kampung, ia menyarakan untuk datang ke kantor camat. “Staf baru bisa belajar dari senior, dan buka Google kalau ingin lebih mengerti,” ujar Rusmansyah.
Dikatakan Rusmansyah, banyak pekerjaan yang harus dibuat oleh petinggi dan staf yang baru.  Dia meminta agar tidak ada lagi keluhan masyarakat terkait pelayanan kantor pemerintah. “Harus dijiwai dan tunjukkan kalian sebagai orang terpilih untuk jadi pelayan masyarakat. Tidak cuma-cuma, tapi kita dibayar. Jangan sampai ada alasan karena honor kecil, lalu malas ngantor atau kerjakan tugas,” pungkasnya.
Ketua Badan Perwakilan Kampung Muara Jawaq, Evenius, siap bekerjasama dengan Sendeng dan staf untuk mengatur berbagai hal di kampung. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ketua Badan Perwakilan Kampung Muara Jawaq, Evenius mengatakan, pihaknya akan bekerjasama dengan Sendeng dan staf untuk mengatur berbagai hal di kampung. Ia menegaskan, agar aparat pemerintahan selalu bekerja dan berkinerja. Karena nantinya bertugas membantu Pj Petinggi yang telah dilantik. “Wajib membantu tugas dan semua kutipan dari Pj Petinggi. Kami bersyukur atas rahmat TUHAN hari ini,” katanya.
Menanggapinya, Sendeng berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin Kampung Muara Jawaq. Ia beserta staf akan berusaha melaksanakan tugas semaksimal mungkin. “Saya akan berkoordinasi dengan staf, dan tidak akan menyerah untuk berusaha apa yang kami bisa,” ujarnya dalam pelantikan yang dihadiri juga lima dari tujuh anggota BPK Muara Jawaq.
Anggota DPRD Kubar, Paul Vius mengakui, pelantikan sengaja dibuat sesederhana mungkin, akibat kondisi darurat kesehatan. Sebagaimana diberitakan di berbagai media massa, terutama televisi. Perlu kehati-hatian untuk kebaikan bersama dengan kebijakan social distancing (pembatasan sosial). Nantinya menjadi Physical Distancing, yang berarti menjaga jarak dengan standar ditentukan pemerintah.
Camat Mook Manaar Bulatn, Rusmansyah, meminta Sendeng dan lima stafnya tidak saling serobot dalam tugas. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ia berharap pelantikan sederhana tidak menghilangkan makna sesungguhnya. Sebagai sejarah pemerintahan di Muara Jawaq. Pemerintahan diminta dilakukan sebaik-baiknya. “Tidak ada istilah baru. Silahkan datang saja ke camat, atau kasi yang membidangi, mereka bisa jadi guru. Kendala itu ada jika tidak ada kemauan,” pesan Paul Vius yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Kubar.
“Kami bersyukur pelantikan bisa terlaksana segera, agar pemerintahan kampung kami berjalan dengan baik,” ungkap Kepala Adat Kampung Muara Jawaq, Petrus Bencen kepada KabarKubar. Ia hadir bersama Juru Tulis Lembaga Adat, Uloi dan tiga Ketua Rukun Tetangga di wilayah Kampung Muara Jawaq.



Pantauan KabarKubar, yang hadir dalam pelantikan hanya sebagian Staf Kantor Camat Mook Manaar Bulatn, dan beberapa tokoh dari Kampung Muara Jawaq.
Diberitakan sebelumnya, Petinggi Muara Jawaq, Masrun Abel, mengajukan surat permohonan mengundurkan dari jabatannya. Surat tertanggal 10 Pebruari 2020 itu ditandatanganinya di atas materai, dan ditembuskan kepada BPK setempat. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here