Hits: 26

Masuk Ring 1, Banyak Perusahaan Bisa Membantu Pembangunan

Megah dan indahnya Lou Bentian, menjadi lokasi pilihan untuk mengabadikan momen oleh masyarakat. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM
Rumah panjang yang disebut Lamin sebagai salah satu budaya suku Dayak. Juga merupakan jati diri bagi masyarakat adat sejumlah sub suku Dayak di Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. Satu lamin yang berdiri megah, adalah Lou Bentian di Kampung Dilang Puti, Kecamatan Bentian Besar. Dibiayai perusahaan pertambangan batubara PT Trubaindo Coal Mining atau TCM senilai Rp7 miliar lebih.

Saat meresmikannya pada Jumat, 25 Juni 2021, Bupati Kutai Barat, FX Yapan, mengungkapkan keinginan sejumlah tokoh adat yang diutarakan kepadanya. Khususnya dari Dayak Benuaq, yang tergolong salah satu komunitas terbesar di Kubar.

Selama pembangunan sejak tahun 2013, megahnya Lou Bentian sudah menjadi ‘buah bibir’ di penjuru Kubar. “Ini beban moral saya, sangat berat. Orang Benuaq menghadap saya, kenapa TCM bangun di Bentian saja. Padahal ring 1 ada di Benuaq,” katanya saat sambutan.

Tidak lupa secara pribadi dan pemerintah, Yapan berterimakasih kepada TCM yang sudah berkontribusi membangun ornamen adat tersebut. Namun, Bupati Kubar sejak tahun 2016 ini mengaku terbeban dengan curahan hati para tokoh adat Benuaq.

“Saya bilang sabar, dan belajar ke Bentian, bagaimana berbicara dengan TCM. Menghadap pak Lorensius, pak Ampeng, pak Abed Nego,” ungkapnya.

Lou Bentian diserahkan oleh Manajemen PT Trubaindo Coal Mining kepada tokoh masyarakat ada Bentian. ISTIMEWA/KABARKUBAR.COM

Bupati mengakui kecemburuan sosial itu muncul bukan tanpa alasan. “Karena mereka Ring 1 (berada di daerah operasional) tambang. Saya minta mereka menghadap Bharinto (PT Bharinto Ekatama),” katanya.

“Saya bicarakan dengan pak wakil (Wakil Bupati Kubar, H Edyanto Arkan), ini beban berat buat saya. Bharinto juga perlu bangun Lamin. Di Benangin, Kalteng, juga minta karena Ring 1. Malah mau demo kalau tidak terealisasi,” pungkas Yapan.

Sejumlah tokoh memaklumi jika muncul keinginan pembangunan Lamin Benuaq di wilayah komunitas Dayak Benuaq. Yakni Kecamatan Damai, Kecamatan Muara Lawa, Kecamatan Nyuatan, Kecamatan Jempang dan Kecamatan Bongan. Kendati telah berdiri Lamin Benuaq bersama lima lamin lainnya di Taman Budaya Sendawar.

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here