Hits: 0

Biaya Sambungan Baru 900 Watt Hanya Sekitar Rp800 Ribu

Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, menyerahkan bantuan CSR dari PT Harindo Wahana, berupa paket usaha penjualan token dan pulsa berbasis android untuk Badan Usaha Milik Kampung Muara Mujan dan Kelubaq. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

TERING – KABARKUBAR.COM
Wakil Bupati Kutai Barat, H Edyanto Arkan, berharap PT PLN segera menyambungkan aliran listrik untuk 89 kampung yang saat ini masih ‘gelap’. Meski tampak terang di malam hari, kampung-kampung yang tersebar di 6 kecamatan tersebut belum mendapat pasokan listrik 24 jam dari PLN. Akibatnya, biaya besar harus dikeluarkan untuk bahan bakar minyak mengoperasikan generator set setiap harinya. Itu pun hanya untuk 6-12 jam seharinya.

Ia mengungkapkan, PLN telah mengganti sekaligus 17 unit mesin pembangkit listrik yang rusak. Dengan daya sebesar 17 Megawatt, bisa membuat membuat impian kampung-kampung mendapat aliran listrik 24 jam. Dan biaya listrik yang biasanya mencapai Rp1 juta perbulan dengan pemakaian hanya 12 jam, kini bisa hanya mencapai Rp200 ribu.



“Dua tahun lalu kita butuh listrik sebesar 12 MW tapi daya hanya 10 MW. Sekarang ada lebih 5 MW, jadi kita harap semua kampung akan dapat listrik PLN 24 jam sehari,” ungkapnya Peresmian Pengoperasian Jaringan Listrik Kampung Muara Mujan dan Kampung Kelubaq, di Balai Pertemuan Umum Kampung Kelubaq, Minggu 4/11/2018.

Edyanto Arkan mengakui, realisasi penyambungan listrik itu tidak mudah. Sejak diajukan permohonan sambungan, bisa bertahun-tahun baru masuk listriknya. Namun ia berharap manajemen PLN dapat merespon kebutuhan masyarakat akan listrik. Terutama di 6 kecamatan, yakni Long Iram, Mook Manaar Bulatn, Penyinggahan, Muara Pahu, Bentian Besar dan Bongan. “Ada tujuh kampung di pinggir jalan poros perbatasan dengan Kukar belum masuk listrik,” katanya.

Wakil Bupati Kubar, Edyanto Arkan, bersama Wakil Ketua DPRD Kubar Arkadius Elly, Asisten III Setkab Kubar Ayonius, Manajemen PLN, dan empat anggota DPRD Kubar, usai peresmian jaringan listrik di Kampung Kelubaq dan Muara Mujan, Kecamatan Tering, Minggu 4/11/2018. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Dikatakan Camat Tering, Bonifasius Satuq, baru sembilan dari 15 kampung di Tering yang sudah menikmati listrik 24 jam. Enam lagi adalah Kampung Kelian Dalam, Kampung Tukul, Muyub Ilir, Muyub Ulu, Gabung Baru, dan Muyub Aket. “Terima kasih kepada pemerintah dan para anggota dewan yang bekerjasama, sehingga listrik bisa masuk ke kampung-kampung,” ujarnya.

Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan Samarinda, Basuki Rahman, optimis seluruh kampung segera menikmati listrik 24 jam. Khusus untuk Kelubaq dan Muara Mujan, ia mempersilahkan warga yang belum dipasang listrik, agar segera mengajukan permohonan. Ia memastikan dalam lima hari sudah bisa menyala, karena jaringan listrik sudah ada.



“Mohon jika ada jaringan tersentuh pohon agar bisa dipangkas. Karena listrik tidak boleh kena pohon, dan supaya tidak terjadi kecelakaan. Jika ada yang memanjat pohon, bisa kena sentrum. Mari kita jaga agar listrik bisa dimanfaatkan maksimal,” pesannya.

Sementara Manager PLN Rayon Melak, Agus Soleh mengatakan, ada 30 sambungan baru yang telah menyala di Kampung Kelubaq dan Muara Mujan pada peresmian kemarin. Dengan daya 900 watt dan 1.300 waat. Untuk biayanya tidak mencapai Rp900 ribu untuk daya 900 watt. “Kalau ada yang mengatasnamakan petugas atau manajemen PLN dan menarik hingga jutaan rupiah, itu tidak benar,” tegasnya kepada KabarKubar.com. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here