Hits: 2

Ditemukan Tersangkut Di Bawah Kayu Dalam Air

Lokasi sekitar tenggelamnya Antonius Tekwan disusuri oleh penyelam yang dibentuk dua tim dari Polsek Long Pahangai, Koramil 0912-02 Long Pahangai dan warga setempat di Sungai Pahangai. BRIGPOL SOFWAN/KABARKUBAR.COM

LONG PAHANGAI – KABARKUBAR.COM
Petrus Bith Bayau, 61 tahun, bersama istrinya, Flora Lahai Anyang, 48 tahun tidak dapat menolak musibah yang dialami. Kesedihan mendalam atas meninggalnya buah hati mereka, Antonius Tekwan yang masih berusia 6 tahun. Anak kedua mereka itu ditemukan tidak bernyawa lagi dari dalam Sungai Pahangai di Kampung Long Pahangai I, Kecamatan Long Pahangai.

Kejadian bermula pada Senin, 18 Mei 2020 sekira pukul 17.30 Wita. Flora pergi ke Sungai Pahangai untuk mandi dan mencuci pakaian di rakit yang tidak jauh dari rumah mereka di RT 04 Kampung Long Pahangai I. Tidak sendiri, ia ditemani tiga anaknya yang masih kecil-kecil. Antonius Tekwan, Novita Katarina Lun yang masih berusia 5 tahun, dan Lukas Liling, umur 2,5 tahun.



Saat Flora mencuci pakaian, ketiga anaknya pun mandi dari atas rakit. Flora melihat Antonius Tekwan sibuk menangkap ikan kecil menggunakan tangan. Karena berada terlalu di pinggir rakit, sang ibu pun kuatir anak lelakinya itu terjatuh ke sungai. Ia pun menyuruh anaknya itu untuk segera mandi dan pulang.

“Mandi sudah cepat, habis itu langsung naik,” kata Kepala Kepolisian Sektor Long Pahangai, Ipda Sumanta, kepada KabarKubar menirukan perintah Flora kepada Antonius Tekwan.

Setelah 3 jam pencarian, korban ditemukan telah meninggal dunia di dalam air, dan segera dievakuasi ke rumah duka di RT 4 Kampung Long Pahangai I. BRIGPOL SOFWAN/KABARKUBAR.COM

Karena Antonius Tekwan sudah mengiyakan, Flora pun melanjutkan mencuci pakaian. Setelah dua anak lainnya selesai mandi, Flora mencari Antonius Tekwan yang tidak dilihatnya lagi di atas rakit. Mengira anaknya itu sudah naik ke darat, Flora bergegas membawa Novita dan Lukas pulang.

Tiba di rumah, Flora bertanya kepada suaminya, jika Antonius Tekwan telah pulang. Suaminya menjawab belum ada, Flora turun lagi ke rakit untuk mencari Antonius Tekwan. Karena tidak juga menemukan, ia kembali ke rumah dan memberitahu suaminya jika Antonius Tekwan tidak ditemukan.

Tiba-tiba, Lukas Liling yang belum fasih berbicara, berusaha memberitahu kakaknya Aprilia Ancela Yeq, 17 tahun. “Kakak atuh (jatuh),” ujar Ipda Sumanta menirukan perkataan Lukas Liling kepada kakaknya itu.

Pencarian korban dibantu warga setempat dengan menyelam menyusuri Sungai Pahangai. BRIGPOL SOFWAN/KABARKUBAR.COM

Mendengar informasi dari anaknya, Petrus Bith bersama istrinya memberitahu para tetangga kemungkinan anaknya terjatuh ke Sungai Pahangai. Lantas warga pun melapor ke Polsek Long Pahangai. Polisi beserta anggota Koramil 0912-02 Long Pahangai pun mendatangi Tempat Kejadian Perkara.

Dua tim penyelam dibentuk untuk membantu mencari di sekitar rakit dengan dibantu masyarakat menggunakan kompresor. Hasilnya, pukul 21.12 Wita korban ditemukan tersangkut di bawah kayu di dalam air dengan kondisi sudah meninggal.



“Yang menemukan atas nama Day dan Heriadi, sekitar 15 meter dari lokasi rakit. Memang air agak surut meski Sungai Mahakam meluap. Kalau sedang pasang, korban akan sulit ditemukan, karena pasti hanyut ke Sungai Mahakam,” beber Ipda Sumanta yang lama bertugas sebagai Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Muara Lawa.

“Korban rencananya akan dimakamkan besok. Sementara ini korban berada di rumah duka,” imbuh Brigadir Polisi Vinsensius Lasah anggota Polsek Long Pahangai yang merupakan putra Long Pahangai. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here