Hits: 0

Bandara Baru Direncanakan di Seberang Sungai Mahakam

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kutai Barat, Drs Yulius Gun MM, menyebut lokasi lahan bandara baru kemungkinan di seberang Sungai Mahakam. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Keseriusan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam melayani masyarakat terus ditingkatkan di berbagai sektor. Salah satunya, rencana penambahan Landasan Pagu atau Runway Bandara Perintis Melalan sepanjang 300 meter. Yang tadinya 900 meter menjadi 1.200 meter untuk memenuhi standar normal. Untuk dapat didarati pesawat berukuran lebih besar dari jenis Twin Outter yang saat ini digunakan Perusahaan Daerah PT Bintang Sendawar.

Kepala Dinas Perhubungan Kubar, Yulius Gun mengatakan, penambahan panjang runway ini akan meningkatkan kualitas Bandara Melalan. Sehingga nantinya akan dapat didarati pesawat jenis Fokker 48 atau sejenisnya. Selain rencana Pemkab Kubar, itu juga anjuran Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Yurnalis Ngayoh.

“Pak Wagub menganjurkan perpanjang runway, ketika mengunjungi Melalan pada 1 Agustus lalu,” jelasnya kepada media ini pada Senin, 28 Agustus 2006 di ruang kerjanya.

Selain perpanjangan runway, Dishub Kubar juga mengusulkan perbaikan dan penambahan lapangan parkir bandara. Usulannya senilai Rp1,7 miliar melalui APBN dan didukung Pemerintah Provinsi Kaltim serta Pemkab Kubar. “Ada juga perbaikan overlay dengan mengaspal kembali yang sudah rusak,” ujar Yulius Gun.

Dijelaskan Yulius Gun, proyek akan segera dilelang demi mempercepat peningkatan kualitas bandara dan peningkatan pelayanan masyarakat pengguna. Yang melayani rute Melak-Samarinda, Melak- Balikpapan, dan Melak-Datah Dawai.  Layanan ini terlaksana berkat kerja sama PT Bintang Sendawar dengan PT Dirgantara Air Service yang didukung subsidi dari Pemkab Kubar.

Wakil Gubernur Kaltim, Yurnalis Ngayoh, melihat kerusakan runway di Bandara Melalan saat kunjungannya pada Selasa, 1 Agustus 2006. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menyikapi latar belakang Bandara Melalan yang adalah fasilitas militer yang dipinjamkan TNI Angkatan Udara, diakui telah dipikirkan Pemkab Kubar. Dengan merencanakan mencari lahan baru guna pembangunan bandara yang permanen dan memenuhi standar bandara internasional. Agar ada pengganti lahan yang dipinjam Pemkab Kubar melalui Perwakilan Lanud Balikpapan di Kubar untuk digunakan oleh masyarakat sipil,

Pemerintah telah mensurvei sejumlah lokasi sebagai tempat pembangunan bandara baru agar bisa didarati pesawat besar di masa depan. Meskipun Bandara Melalan dipinjamkan oleh AURI dalam batas waktu yang tidak tertentu. “Sepertinya daerah di seberang Sungai Mahakam sangat cocok dari segi pengembangan wilayah,” imbuh Yulius Gun.

Kepala Perwakilan TNI-AU di Kubar, Lettu Supardi mengatakan, lahan seluas 474,5 hektar adalah milik TNI-AU. Sekarang ini telah bertebaran rumah warga dari berbagai kampung di Kubar. Bahkan beberapa diantaranya adalah warga pendatang tanpa izin. “Batas tanah TNI-AU dari Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat sampai Kantor Cabang PT TIKI,” tegasnya di Markas Perwakilan Lanud.

Pantauan media ini, lahan milik TNI-AU kini dipenuhi rumah rumah. Ibarat jamur yang tumbuh di musim hujan. Sejumlah warga Kecamatan Barong Tongkok mengaku pernah ditawari oleh seseorang untuk mendapatkan sebidang tanah di lokasi itu. Hanya dengan membayar biaya administrasi Rp200 ribu.

“Setelah bayar, diminta segera membangun sebuah pondok di lokasi yang akan diserahkan sebagai tanda tanah tersebut telah dimiliki. Tapi kami tidak berani ambil resiko, karena kabarnya tanah itu milik TNI-AU,” ungkap salah seorang yang tidak mau disebutkan identitasnya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here