Hits: 0

Jadi Suntikan Semangat Bagi Rama Center dan Wujudkan Harapan Masyarakat Kubar

SAMARINDA – KABARKUBAR.COM

Rama Alexander Asia, tegas menyatakan siap untuk bertarung di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Kutai Barat di tahun 2020 mendatang. Hal itu dinyatakannya langsung untuk menjawab aspirasi masyarakat Kubar yang disampaikan melalui sejumlah tokoh. Alasan utama Rama, untuk percepatan pembangunan Kubar yang semestinya lebih berkembang, jika melihat dari usia daerah otonomi yang sudah 19 tahun.



“Kalau saya melihat aspirasi masyarakat Kubar yang ditunjukkan sampai saat ini, maka saya tergerak hati ingin mempersiapkan diri untuk bisa mengisi kepemimpinan. Bagi pembangunan Kubar yang lebih cepat pada lima tahun yang akan datang, di periode 2020-2025,” ujarnya, Minggu 25/8/2019 siang di kediaman, Perumahan Villa Tamara, Kota Samarinda.

Dijelaskan pria yang pernah menjabat Bupati Kubar periode 2000-2006 ini, sepantasnya Kubar mengalami perkembangan jauh lebih besar dari keadaan yang terlihat saat ini. Terlebih jika dilihat dari berbagai aspek yang dinilai belum merata di tengah masyarakat. Hal itu menurutnya tentu berkaitan dengan kepemimpinan.

“Supaya masyarakat Kubar lebih menikmati pembangunan Indonesia, khususnya warga Kubar, maka memang Kubar memerlukan pemimpin baru di sana. Saya siap kembali memimpin Kubar,” tegas Rama Asia yang diakui telah mencatatkan prestasi gemilang saat memimpin Tanaa Purai Ngeriman.

Pernyataan Rama Asia itu menjadi suntikan semangat bagi Tim Bersatu Mewujudkan Harapan Masyarakat Kutai Barat. Tim yang dinamai Rama Center, sebelumnya menyampaikan aspirasi yang ditampung dari warga Kubar selama tiga tahun belakangan. Terbaru, dukungan masyarakat agar Rama Asia dapat naik ke panggung politik di Pilkada Kubar 2020, dengan pengumpulan salinan KTP Elektronik.

Diungkapkan Tokoh Masyarakat Kubar asal Kecamatan Muara Pahu, H Hairuddin, pernyataan sikap Rama Asia memunculkan kembali semangat dan jiwa militansi politik. Yang selama 15 tahun terus ditunjukkannya dalam perjuangan politik bersama Rama Asia. “Saya dan para pendukung siap berjuang kembali untuk Pak Rama, dan kali ini lebih bersemangat,” ujarnya.

“Kami berharap Pak Rama mau mewujudkan harapan atau aspirasi yang diajukan melalui Rama Center. Yakni mewujudkan masyarakat Kubar dalam percepatan pembangunan dan ekonomi,” kata Ketua Rama Center, Elvin Eriadam.

“Kami meminta Pak Rama tetap memegang prinsip Spirit Never Die (Semangat Tidak Pernah Padam). Kalau tidak bersedia maju, dimana semangat itu? Artinya semangat sudah hilang,” celetuk Rudi Kinteng, Bendahara Rama Center yang berasal dari Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok.

“Kami berharap Pak Rama maju di Pilkada Serentak 2020, dan semua harapan Rama Center terjawab ketika bapak menyatakan siap maju. Tentu dengan semangat itu tidak perlu ada keraguan kami,” ujar Sekretaris Rama Center, Hertin, yang juga Sekretaris Presidium Dewan Adat Kabupaten Kutai Barat.

Wakil Ketua Rama Center, Alsiyus, berterimakasih pada Rama Asia yang masih peduli pada Kubar. Terlebih telah menyatakan bersedia untuk kembali memimpin Kubar selama lima tahun ke depan. Meski usia telah lanjut, namun Rama Asia yang tampak segar bugar dan energik, dinilai benar-benar mencintai Kubar dengan setulus hati.

“Buktinya, pembangunan sudah dilakukannya di Kubar, tapi beliau masih bersedia mengabdi pada Indonesia, khususnya Kubar. Supaya bisa lebih maju di segala bidang. Dan ia siap membenahi pembangunan yang kelihatan kurang baik saat ini,” tegas Tokoh Pemuda asal Kecamatan Siluq Ngurai.

“Bersedianya bapak Rama Asia kembali memimpin Kubar, merupakan harapan baru bagi warga Kubar, untuk melihat dan mengalami pembangunan yang lebih maksimal. Yang sudah lebih dulu pondasinya dibangun beliau, dan seakan tertunda pembangunannya,” celetuk Paulus S Buditomo, Ketua DPD Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan Kubar.

“Sejak dulu saya tetap jadi pengagum Bapak Rama Asia. Karena selalu konsisten dengan prinsip mengutamakan kebenaran di atas politik. Tidak banyak orang bisa menyatakan sikap dan perkataan seperti beliau. Banyak orang yang tidak berani bicara seperti Pak Rama itu, karena memang tidak bisa melakukannya,” celetuk Jamri Lessa yang berasal dari Kecamatan Mook Manaar Bulatn.



Tokoh lain turut hadir menemui Rama Asia, adalah Anastasius Edison yang merupakan tokoh pendidikan. Ada juga Jaini Imas yang berlatarbelakang pimpinan salah satu perusahaan pertambangan batubara di Kubar, dan Herinimus Huvang yang merupakan tokoh masyarakat Kecamatan Tering. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here