Hits: 1

Rencana Translokasi Dibahas Pemkab Kubar, Kodim, BKSDA dan WWF

Rencana Translokasi Badak Sumatera di hutan lindung bekas pertambangan emas di Kampung Tutung Kecamatan Linggang Bigung dibahas Pemkab Kubar bersama Kodim 0912/KBR, BKSDA dan WWF. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Hutan belantara di areal bekas pertambangan emas PT Kelian Equatorial Mining di Kampung Tutung Kecamatan Linggang Bigung, akan dimanfaatkan jadi habitat Badak Sumatera. Tidak hanya badak dari luar, tapi juga akan melestarikan popoulasi badak asli hutan sekitar. Rencana tersebut dimatangkan pihak Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Worl Wide Foundation, Kamis 8/3/2018 pagi ini.

Menurut Kepala BKSDA Provinsi Kalimantan Timur, Sunandar Triguna Jasa, perlu upaya penyelamatan habitat badak yang semakin terdesak keberadaannya. Bahkan terancam hampir punah, karena populasi badak sudah jauh berkurang dari yang tertera di data dimiliki BKSDA. Sehingga perlu adanya upaya penyelamatan.

Untuk itu, nantinya diharapkan para pihak fokus untuk menjaga populasi badak. Melalui kerja sama dengan instansi terkait, seperti Pemkab Kubar, Kepolisian, dan TNI. “Kita tidak tepikir kalau di Kubar terdapat badak. Kami bekerjasama dengan WWF untuk pelestarianya dan menjaga kelangsungsan hidup badak yang masih tersisa,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Penangkapan Dan Translokasi Badak Sumatera di Wilayah Kubar.

Dalam rakor di Ruang Rapat Lantai II Kantor Bappeda Kubar itu, pemerintah berharap lebih hati-hati mengurus badak. Proses pemimdahan badak harus dipersiapkan secara matang baik transportasi dan kelengkapan lain. “Kita dulu pernah lakukan persiapan pelepasan badak, tapi sayangnya badak tesebut mati, jadi sangat disayangkan,” ujar Asisten III Setkab Kubar, Aminuddin.

Pemerintah sangat mendukung BKSDA dalam pelestarian badak di Kubar. Tiap tahun digulirkan anggran dana pemdamping untuk kegiatan tersebut. Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di Kubar, Aminuddin mengaku sering mendengar cerita keberadaan badak dari orangtuanya. “Dan mudah-mudahan tidak terjadi seperti tahun kemarin. Sebelum pelepasan mati, sungguh sangat kita sesalkan,” pesan Aminuddin.

Mendukung langkah para pihak, Komandan Kodim 0912/KBR Letnan Kolonel Infanteri Rudi Setiawan mengatakan TNI sangat siap membantu tugas mulia pelestarian badak. Dan bisa berkoordinasi dengan Markas Besar TNI untuk penggunaan helikopter, guna mengangkat badak di wilayah yang sangat terpencil dan sulit dijangkau. “Kalau dibutuhkan, kami dari Kodim akan mempersiapkan personil guna membantu tugas mulia ini,” tegasnya.

Ridho Kurniawan dari WWF menyebut pernah ditemukan fosil badak di wilayah Kubar.  Sehingga popuasi badak yang diperkirakan masih ada harus dilestarikan sebelum terlambat. Ancaman terhadap badak antara lain karena mempunyai tingkat stres yang tinggi. Akibat banyaknya pertambangan yang menggunakan bahan peledak untuk pembukaan lahan. “Itu sebabnya badak stres dan mencari lokasi lain untuk hidup,” katanya. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here