Diupayakan Tarif Tidak Lebih Dari Rp100 Ribu

Ketua Badan Narkotika Kabupaten Kutai Barat, H Edyanto Arkan. ARSIP/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kutai Barat menerima keluhan dari sejumlah warga yang menilai tes narkoba untuk pelajar cukup mahal. Untuk itu, lembaga di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat ini berupaya mencari jalan keluar dari keluhan tersebut. Agar para pelajar yang hendak masuk ke jenjang SMP dan SMK atau sederajat tidak terbebani dengan biaya pemeriksaan air seni maupun darah.

Dikatakan Ketua BNK Kubar, H Edyanto Arkan, pihaknya akan mencari langkah terbaik atas biaya yang ditarik untuk tes narkoba tersebut. Bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kubar, akan membuat program yang memberi jawaban terbaik. “Setidaknya kita mau agar anak-anak yang mau masuk sekolah hanya mengganti biaya alat yang dipakai saja,” ujarnya kepada KabarKubar.



Dijelaskan melalui Staf BNK Kubar, Jamidi, alat yang dipakai untuk melakukan tes narkoba diperkirakan di kisaran Rp100 ribu. Jika sebelumnya ada biaya yang ditarik mencapai Rp250 ribu oleh pihak yang mengadakan tes narkoba, nantinya akan jauh lebih murah. Untuk daerah yang jauh dari rumah sakit maupun dokter-dokter yang ditunjuk, Tim BNK dan Disdikbud akan ‘jemput bola’. Untuk melakukan tes urin di kecamatan bersangkutan. “Kita mau nanti menjawab problem itu. Akan di bawah Rp100 ribu,” katanya.

Menurut Dominikus, Guru SMKN 3 Sendawar, sekolah mereka juga mewajibkan tes urin bagi calon siswa. Hal itu untuk menjalankan kebijakan yang diperintahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur sejak tahun ajaran 2017/2018 lalu. Ada dua tempat yang jadi rujukan tes urin, yakni Dokter Waluyo di kawasan Melak dan Rumah Sakit Umum Harapan Insan Sendawar. “Biayanya tidak dibayar ke sekolah, tapi di tempat tes urin. Lalu surat keterangan hasil cek narkoba disampaikan ke sekolah,” terangnya.

Salah satu program BNK Kubar dalam mencegah peredaran atau penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan terlarang, dengan mengadakan sosialisasi kepada para pelajar. ARSIP/KABARKUBAR.COM

Ditanya soal nilai biaya tes urin, Dominikus mengaku sekolah tidak menentukan tarif tersebut. “Saya pernah bawa keponakan tes urin di Dokter Akbar, biayanya Rp300 ribu. Kalau di Dokter Waluyo saya dengar tarifnya sama. Sedangkan di RSU HIS, kami tidak tahu berapa,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah keluhan disampaikan warga melalui media sosial Facebook. Misalnya akun Taman Chen yang mengunggah status pada 3 Juli 2018. Ia mengaku sangat mendukung pemberantasan narkoba. Namun mengingatkan harga yang harus dibayar pelajar setiap tahunnya untuk tes narkoba.



…dikalikan jumlah siswa sekubar itu bukanlah uang yang sedikit, tentu akan lebih manis kalau test itu bebas biaya, alasanx tentu saja untuk mendukung program wajib belajar dan program sekolah bebas biaya, jangan sampai karna tidak punya biaya test bebas narkoba ada anak yg tidak bisa melanjutkan sekolah, padahal anak itu benar2 bebas narkoba,” tulisnya di Grup Keluhan dan Saran Warga Kubar dan Kaltim.

Anak aq masuk Sekolah tingkat SMP harus mengikuti proses Test Urine,dgn biaya rp155/anak,bagaimana menurut Bpak/ibu yg lain apa tidak terlalu mahal:,” ungkap Juan Felix yang juga mengunggah status di grup dan hari yang sama. #Sonny Lee Hutagalung/Advertorial

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here