Gelar Pekat Geleo dan Dihadiri 107 Warga Jempang

Rama Alexander Asia dan H Encik Mugnidin menjadi tumpuan harapan warga delapan kampung untuk menjadi satu wilayah kecamatan bernama Sentawar. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Kampung Geleo Asa dan Kampung Geleo baru mengadakan musyawarah masyarakat adat atau sempekat bersama enam kampung di dekatnya. Mereka sedianya bergabung dalam pemekaran kecamatan dari wilayah Kecamatan Barong Tongkok dan Kecamatan Melak. Disepakati, nama kecamatan berisi delapan kampung akan disebut Sentawar.

Selain kedua kampung itu, enam kampung lain adalah Muara Kalaq, Muara Benangaq, Muara Asa, Gemuhan Asa, Ombau Asa dan Muyub Ilir. Mereka pun menunjukkan dukungan moril bagi pasangan Rama Alexander Asia dan H Encik Mugnidin. Keduanya akan bertarung di Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kubar pada Februari 2006 mendatang. Rama dan Encik akan maju sebagai Calon Bupati dan Wakil Bupati Kubar periode 2006-2011.

Didahului festival Tari Gantar, Belian Sentiu dan Lagu Rijoq selama delapan hari yang diikuti tujuh dari 18 kampung diundang. Juga diadakan pertandingan voli yang memperebutkan piala Rama-Encik. Sebanyak 107 warga Kampung Tanjung Isuy, Kecamatan Jempang juga ikut ambil bagian sebagai undangan khusus dalam acara ini. Guna menyemarakkan suasana dan berbagi rasa selama empat hari bersama masyarakat Geleo.



Meski harus menempuh jarak hampir 150 kilometer, dengan menumpang sebuah truk dan dua bis yang disediakan panitia. Tujuh puluh orang dari mereka menjadi wakil warga adat suku Dayak Benuaq Jempang untuk menunjukkan kelihaiannya dalam membawakan tari-tarian tradisional Dayak Benuaq.

Saat puncak acara pada Kamis, 27 Oktober 2005, Kepala Adat Geleo Asa, D Langkasan, mengadakan penyerahan Ruratn adat. Berupa sebuah piring putih dan hidangan makanan adat untuk Rama Asia dan rombongan. Serta masyarakat sebagai perjanjian antara Pekat Geleo kepada bupati. Menunjukkan dukungan sepenuhnya untuk Rama-Encik menjadi bupati dan wakil bupati periode mendatang.

Hal itu didasari, kesempatan melihat pembangunan Kubar di masa pemerintahan Rama Asia cukup memuaskan masyarakat. Ditambah dengan adanya deklarasi dan konferensi pers dari koalisi tiga partai. Yakni Partai Damai Sejahtera, Partai Pelopor, dan Partai Demokrat. Didukung juga Partai Demokrasi Kebangsaan di Hotel Grand Victoria, Kota Samarinda pada Rabu, 19 Oktober 2005.

Rama Asia dan Encik Mugnidin menyampaikan orasi politik saat kampanye di Lapangan Sepakbola Sari Jaya, Kecamatan Linggang Bigung. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Soal dukungan partai, diyakini mematahkan isu negatif yang beredar akhir-akhir ini. Rumor berkembang, Rama tidak memiliki partai pendukung sebagai perahu menuju Pilkada Kubar. Kepuasan tersebut ditunjukkan juga lewat syair-syair lagu Rijoq yang dilantunkan dalam bahasa Benuaq, sebelum penyerahan ruratn dilakukan.

Sebelum memasuki Ruratn adat, Rama Asia terlebih dahulu menjalani prosesi adat di panti. Sebuah tempat kecil dari kayu berukuran empat meter -berbentuk terowongan kosong beratap kain warna-warni dilengkapi tempat duduk memanjang sebelah menyebelah- untuk menerima urapan perentangin (pemimpin acara adat di panti).

Diiringi Tarian Gantar, Belian Sentiu dan Arang Jamu, semua prosesi adat hari itu menandakan keseriusan warga dalam tekad mereka untuk mendukung Rama Asia. “Sebab adat ini berisiko tinggi bagi mereka yang mengingkari janjinya. Sebagaimana kepercayaan masyarakat adat suku Dayak Tunjung dan Benuaq,“ kata Rama Asia yang didampingi Wakil Kapolres Kubar, Kompol H Tampubolon dan Camat Barong Tongkok, Faustinus Syaidirahman, serta seorang anggota tim suksesnya, Ridwai.



Dialog masyarakat bersama Rama Asia pun diadakan setelah penyerahan hadiah. Juga piala bagi para pemenang Festival Tari, Belian Sentiu, Lagu Rijoq dan pertandingan voli. Momen berjalan cukup menarik dengan beberapa usulan dan pertanyaan yang diajukan beberapa orang mewakili 500 lebih masyarakat yang hadir.

Rama Asia mengutip syair lagu lama yang dipopulerkan duet Dewi Yull dan Broeri Marantika. Guna menegaskan ’janji’ nya pada warga agar usulan-usulan itu dapat terealisasikan nantinya. “Semua itu akan terwujud bila ada komitmen kita bersama untuk memenangkan pilkada nanti. Yang penting adalah jangan ada dusta di antara kita,“ tegasnya.

Acara ditutup dengan prosesi pemotongan seekor kerbau yang telah disiapkan di tengah lapangan sepakbola Kampung Geleo Asa, tempat acara dilangsungkan. Kerbau yang diikat pada beluntakng -sebuah tiang patung yang baru dibuat sebagai salah satu kewajiban pada prosesi adat- ini selanjutnya di’doa’kan oleh para petinggi adat. Sementara para tamu dan masyarakat setempat bersama para penari mengelilingi kerbau tersebut diiringi musik tradisional. #Sonny Lee Hutagalung

Ads

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here