Tambang Batubara GBU Beroperasi Tahun 2018

Pertemuan manajemen PT Gunung Bara Utama dan Kontraktor Tambang PT Thiess Indonesia bersama para perwakilan masyarakat dari 10 kampung di wilayah kerja perusahaan pertambangan itu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Perusahaan pertambangan batubara PT Gunung Bara Utama akan beroperasi tahun depan. Dengan memakai Sub Kontraktor PT Thiess Indonesia, akan merekrut 400 tenaga kerja untuk operasioanal di tahun 2018 nanti. Selain berkomitmen menjalankan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility¸akan mengutamakan rekrutmen tenaga kerja dari 10 kampung binaan.

Dijelaskan Enginer PT GBU, Billy Sukhabakti, manajemen mengutamakan perekrutan tenaga kerja dari 10 kampung binaan yang berada di wilayah kerja perusahaan. Meskipun belum ada kesepakatan dengan Thiess, soal tenaga kerja terampil atau skill dan non skill. GBU berharap perekrutan tenaga non skill ada kebijakan khusus dan manajeman mengimbau agar dekat dengan masyarakat sekitarnya.

Kampung itu adalah, Empas, Muara Bunyut dan Empakuq di Kecamatan Melak. Kemudian Muara Tokong, Lumpaq Dahuq, Sempan, Jengan Danum dan Mantar di Kecamatan Damai. Serta Sembuan dan Jontai di Kecamatan Nyuatan.

“Kami ingin turut memajukan Kutai Barat, dan 90 persen karyawan GBU adalah masyarakat lokal. Kami akan bekerjasama dengan kontraktor di GBU untuk program CSR, yang saat ini sudah berjalan, seperti Beasiswa dan Sunatan massal,” ungkap Billy, dalam pertemuan di Kantor GBU di Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok, Rabu 20/92017.

pertemuan Manajemen PT GBU, PT Thiess Indonesia dan perwakilan masyarakat diadakan di Kantor GBU, Kampung Sumber Sari Kecamatan Barong Tongkok, Rabu 20/9/2017. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Deputy Project Manager Thiess, Bambang Sudarsono, mengakui akan beroperasi di GBU tahun depan. Saat ini tim survei masih ke GBU. “Kami berharap hubungan Thiess  berjalan baik dengan pemerintah dan adat setempat,” katanya.

Menurut Community Thiess, Bambang Sutrisno, ada kriteria dari perusahaan dalam perekrutan tenaga kerja. Yakni sudah dewasa dengan dibuktikan punya KTP, sedikitnya berusia 19 tahun dan maksimal 40 tahun. Soal pendidikan, tergantung posisi kerjanya, ada tamatan SMP dan SMA. “Jumlah yang mau direkrut sekitar 400 orang, sepertiga dari yang ada sekarang di Site Melak. Biasanya kami buat surat edaran ke Kubar mengenai perekrutan tenaga kerja dan kami fokus yang di Kubar,” jelasnya.

Sedangkan Manager HRD Thiess, Olap, mengatakan rekrutmen dilakukan secara bertahap. Dimulai Januari 2018, tenaga non skill diprioritaskan dari 8 kampung yang masuk ring satu wilayah kerja GBU. Proses perekrutan masih dikoordinasikan dengan GBU. “Bekerja di Thiess memiliki keselamatan kerja yang sangat tinggi. Kami ingin karyawan kami pulang bekerja bisa berkumpul dengan keluarga. Jika lalai dalam bekerja, pasti ada sanksinya,” katanya.

Saya berharap apa yang kita bicarakan hari ini, agar bisa jadi komitmen kita ke depan. Karena masyarakat akan menagih komitmen itu. Masalah tenaga kerja non skill, saya rasa tidak masalah, yang penting ada pelatihan dari pihak perusahaan,” sahut Camat Nyuatan, Lukas.

Sementara Pelaksana Harian Komandan Koramil 0912-06 Damai, Serma Setiono, agar perusahaan transparan dalam perekrutan tenaga kerja, agar tidak menimbulkan masalah. Dengan menyurati Petinggi, agar diteruskan ke masyarakatnya. Soal pembebasan lahan, agar melibatkan musyawarah pimpinan kecamatan. “Thiess mulai sekarang agar bisa berkomunikasi dengan kami, jangan nanti kalau sudah ada masalah, baru kami diberitahu,” tegasnya.

Turut hadir dalam pertemuan, Sekcam Damai Fransisko, Plt Sekcam Melak Ramadan, Perwakilan Koramil Melak Serda Sunardi, Bripka Rudi dari Polsek Melak, dan Petinggi dari 10 kampung. #Sonny Lee Hutagalung

Komentar Anda

Komentar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here