Melak Ulu Usulkan Pembangunan Stadion Mini

Ekti Imanuel bersama Perwakilan Pemerintah Kecamatan Melak dan Perwakilan empat kampung dan dua kelurahan di Kecamatan Melak saat reses pada Kamis, 25 Februari 2021. SUNARDI/KABARKUBAR.COM.

MELAK – KABARKUBAR.COM
Pemekaran Kelurahan Melak Ulu di Kecamatan Melak, menjadi salah satu aspirasi yang disampaikan kepada Ekti Imanuel. Saat Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses di Aula Kantor Camat Melak pada Kamis, 25 Februari 2021, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur itu menemui perwakilan empat kampung dan dua kelurahan.

Kepadatan penduduk di kawasan Mentiwan yang masuk wilayah Kelurahan Melak Ulu, memunculkan aspirasi untuk pembentukan kampung atau desa. “Kami mengusulkan pemekaran RT Mentiwan menjadi kampung,” kata Sekretaris Lembaga Adat Kecamatan Melak, Selius.

“Kami mengusulkan sarana transportasi untuk enam kepala adat,” ungkap Kepala Adat Kecamatan Melak, Mariah dalam Reses Masa Persidangan I Tahun 2021 oleh Ekti Imanuel yang juga Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya Kabupaten Kutai Barat.

Staf Lembaga Adat Kampung Muara Bunyut, Markus Jampo, berharap dibangun lanjutan jalan dari Kampung Rembayan ke Kampung Muara Bunyut. Guna mempermudah nelayan yang saat ini masih terkendala transportasi darat untuk menjual hasil tangkapannya.

Sekretaris Kampung Muara Bunyut menyampaikan usulan agar segera ada perbaikkan jalan yang longsor di wilayah RT 1. Termasuk penimbunan badan jalan dalam kampung yang kondisinya sekarang banyak tidak rata, karena ada yang longsor. “Jembatan ukurannya sangat sempit, harus bergantian kendaran bermotor melewatinya. Serta pengadan jaringan air bersih atau PDAM,” ungkapnya.

Usulan senada disampaikan Staf Adat Kampung Muara Benangaq, agar ruas jalan Geleo Asa-Muara Benangaq dan Muara Benangaq-Muara Kalaq bisa ditingkatkan kualitasnya. “Kami minta pembangunan Jembatan Empakuq dan pembukaan lahan pertanian di rapak Nabaq,” usul Petinggi Empakuq, Bernadus.

Sedikit berbeda, Lurah Melak Ulu  mengusulkan drainase di RT 13 dan RT 14, serta area sekitar Islamic Center. Ia juga berharap dibangun sarana olahraga atau stadion mini di bekas Pasar Olah Bebaya. Menggingat Melak Ulu warganya cukup padat, namun sarana olahraga tidak memadai.

Menanggapi usulan-usulan yang disampaikan, Ekti Imanuel berjanji akan berkoordinasi dengan pihak terkait. Terutama dengan Bupati Kutai barat, FX Yapan. Demikian juga kepada Direktur PDAM, Untung Surapati, agar kebutuhan air bersih segera terealisasi.

Sedangkan Jembatan Empakuq, tahun 2021 disebut sudah masuk anggaran Bantuan Keuangan Provinsi Kaltim senilai Rp5 miliar dan sifatnya berkelanjutan. “Untuk pembangunan sarana olahraga, nanti Pak Lurah siapkan lahan, kita bantu perjuangkan pembangunanya,” ungkap pria yang pernah menjabat dua periode sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia Kabupaten Kutai Barat ini.

Ekti memaparkan, ada tiga mata anggaran yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat. Pertama adalah APBN dan Dana Alokasi Khusus APBN. Kemudian Keuangan Provinsi yang pekerjaannya di kabupaten, tapi dikelola oleh pemerintah provinsi. Lalu Bantuan Kuangan dari provinsi tapi dikelola oleh kabupaten. Serta APBD yang bersumber dari kabupaten dan dikelola oleh kabupaten.



Sebagai anggota dewan, ia mengaku mustahil dirinya bisa membantu masyarakat satu-persatu. Tidak bisa juga melakukan kegiatan sempurna di setiap kampung dalam wilayah Daerah Pemilihan Kabupaten Kutai Barat dan Kabupaten Mahakam Ulu.

“Oleh karenanya, ada namanya pokok pikiran dewan yang ada aturannya. Yang saya ambil adalah  kebijakan dalam bantuan pokir tahun 2021. Pokir saya di 194 kampung dan kelurahan di Kubar adalah bantuan pupuk cair untuk kelompok tani,” katanya saat Serap Aspirasi Masyarakat atau Reses di Aula Kantor Camat Sekolaq Darat. #Sunardi

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here