Hits: 20

Komisi 1 DPRD Kubar Akan Panggil Pihak Terkait dan Perusahaan

Komisi 1 DPRD Kabupaten Kutai Barat turun ke lokasi yang diduga salah satu titik Sungai Tunau yang diduga tercemar oleh aktivitas penambangan batubara. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

BENTIAN BESAR – KABARKUBAR.COM
Kepala Teknik Tambang PT Trubaindo Coal Mining atau TCM, Wahyu Harjanto, membantah jika ekploitasi batubara oleh perusahaannya telah mencemari Sungai Tunau. Ia beralasan, lokasi tambang yang dikerjakan tidak sangat jauh dari muara Sungai Tunau di Kampung Penarung, Kecamatan Bentian Besar.

“Jauh, jaraknya 16 kilometer. Sepanjang itu ada perusahaan lain,” katanya saat kunjungan kerja Komisi 1 DPRD Kabupaten Kutai Barat pada Jumat, 30 Juli 2021.

Wahyu Harjanto juga menegaskan, anak perusahaan PT Indo Tambangraya Megah Tbk atau ITM Grup itu tidak menambang di Sungai Tunau. Jika air sungai tampak keruh, itu hanya saat hujan dan bukan air yang mengalir dari lokasi tambang.

“Air yang keluar dipompa (dari lokasi tambang), ada pengolahan. Setiap saat ada kontrol kualitas airnya, semua sudah melalui proses treatment (pengolahan),” ujarnya kepada Anggota Komisi 1 DPRD Kubar, Ridwai.

Wahyu Harjanto memberikan penjelasan panjang lebar kepada enam Anggota DPRD Kubar yang datang didampingi Kepala Bagian Hukum Setkab Kubar, Adrianus Joni. Hadir juga Pelaksana Tugas Camat Bentian Besar, Ellyasar Asep, dan Kepala Kampung atau Petinggi Penarung, Konedi.

“TCM bekerja sesuai aturan, ada Amdal (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan izin. Kalau ada masukan, kita lakukan perbaikan,” katanya.

Anggota Komisi 1 DPRD Kubar yang juga Ketua DPRD Kubar, Ridwai, berdialog dengan manajemen PT Trubaindo Coal Mining di lokasi tambang pada Jumat, 30 Juli 2021. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Ridwai yang juga Ketua DPRD Kubar mengatakan, kunjungan kerja atas laporan masyarakat. Yang juga telah menjadi pembahasan di media sosial, terkait dugaan pencemaran Sungai Tunau. “Kami datang untuk melihat langsung,” jelasnya.

“Kalau hujan pasti persoalan,” katanya menyinggung kualitas air yang masuk ke Sungai Tunau yang disebut telah lebih dulu melalui proses pengolahan.

Menanggapi klarifikasi itu, Mahyudin yang berasal dari Kecamatan Bentian Besar, menolak penjelasan Wahyu Harjanto. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengakui pencemaran Sungai Tunau telah dilaporkan Pemerintah Kampung Penarung ke Pemerintah Kabupaten Kutai Barat.

“Ini (air dari lokasi tambang) keluar di atas (bagian hulu) Penarung. Keruh berasal dari sini. Petinggi sudah surati pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Sungai Tunau Diduga Tercemar Limbah TCM, Warga Penarung Kesulitan Air Bersih

Pria yang akrab disapa Eman ini pun menunjukkan satu bundel dokumen yang berisi data terkait rencana penambangan areal Sungai Tunau oleh TCM. Data tersebut menyiratkan jika Sungau Tunau akan dialihkan. “Kita bisa ke KM 16, banyak lokasi (lubang bekas penambangan) belum ditutup,” katanya.

Mengaku tidak mencari-cari kesalahan perusahaan, Eman menduga aktivitas di lokasi tersebut belum mengantongi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara. PKP2B adalah perjanjian antara Pemerintah Republik Indonesia dengan perusahaan berbadan hukum Indonesia untuk melakukan kegiatan usaha pertambangan batubara.

“Tanggal 26 Mei kita datang dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup Kubar), saat itu air Sungai Tunau keruh luar biasa. Agustus nanti akan kita bawa media nasional (untuk memberitakan),” katanya.

Eman mengakui TCM telah memberikan sejumlah bantuan, termasuk sarana air bersih kepada warga Kampung Penarung. Hanya saja, ia menyebut tidak beroperasi dengan baik. “Persoalan di kampung (sulitnya mendapat air bersih), pernyataan pak Wahyu, air sudah nggak masalah. Ternyata Ketua BPK pun membeli air,”

“Ini asli Tunau, ini (yang dibuat) jalur baru, kemarin belum ada,” ungkap Petinggi Penarung, Konedi. “Kalau air bersih tidak masalah, kenapa banyak warga membeli air kepada saya, dan pak Yeri Toi (Ketua BPK Penarung) juga beli air dari saya,” imbuhnya.

Kunjungan kerja Komisi 1 DPRD Kubar didampingi juga Kabag Hukum Setkab Kubar, Camat Bentian Besar dan Petinggi Penarung. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Mendengar itu, Wahyu Harjanto menegaskan telah membangun instalasi air bersih di Penarung. “Harusnya tetap berfungsi. Kita akan langsung mengecek kesana,” katanya yang didengar langsung Politisi PDI Perjuangan, Potit dan Syaparuddin dari Partai Kebangkitan Bangsa.

“Dari sini kami akan langsung kesana pak. Kalau ada yang rusak, akan langsung kami perbaiki,” tambah Hirung selaku External Manager TCM yang hadir di lokasi.

“Masyarakat kita tahu jelas, melihat kondisi, tambah sumber air tidak fungsi, timbulnya kekecewaan,” celetuk Ridwai yang berdiskusi di tengah teriknya hari.

Ketua Komisi 1 DPRD Kubar, Arkadius Elly mengatakan kepada seluruh yang hadir, kunjungan kerja didasari aspirasi masyarakat. “Kita terima laporan, cek. Hal lainnya, kami akan panggil pihak terkait. Satukan persepsi, kumpul data, mungkin setelahnya akan panggil pihak perusahaan,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Komisi 1 DPRD Kubar, Yono Rustanto Gamas, menyayangkan tidak hadirnya pihak terkait yang telah diundang oleh Dewan untuk ikut ke lokasi. “Tidak ada dari DLH dan SDA (Bagian Sumber Daya Alam Setkab Kubar). Padahal sudah kita ajak,” kata Politisi Partai Hanura ini. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here