Hits: 0

Segera Bebaskan Lahan dan Tanam Tumbuh

Kondisi Bandara Melalan pada akhir tahun 2017, saat dalam pembenahan tempat parkir kendaraan pengantar jempu penumpang. LILIS SARI/KABARKUBAR.COM

BARONG TONGKOK – KABARKUBAR.COM
Tingginya mobilisasi masyarakat dari dan ke Kabupaten Kutai Barat, membuat arus penumpang di Bandara Melalan tidak terakomodasi. Pasalnya, baru dua maskapai penerbangan yang melayani rute Melalan-Balikpapan, Melalan-Samarinda dan sebaliknya. Akibatnya, banyak calon penumpang terpaksa menggunakan moda transportasi darat yang memakan waktu hingga 10 jam menuju Samarinda. Belum lagi kerusakan jalan yang membuat perjalanan lebih lama, dan lelah bagi pengguna transportasi darat.

Menurut Kepala Bandara Melalan, Sumariyanto, sudah ada maskapai selain Susi Air dan Xpress Air yang berminat melayani rute dari dan ke Melalan. Hanya saja, maskapai tersebut masih akan melakukan survei untuk menetapkan jadi atau tidak rencana mereka. “Sudah ada sounding dari maskapai lain, semoga mereka mau membuka penerbangannya di sini,” ujarnya, Senin 28/5/2018 di ruang kerja.

Sumariyanto menjelaskan, pesawat yang digunakan nantinya adalah tipe ATR 72. Untuk itu, berbagai hal akan dipertimbangkan, termasuk panjang landasan pacu atau runway yang saat ini baru 1.350 meter. Sementara untuk pesawat berbadan besar seperti ATR 72, standar runway sepanjang 1.650 meter.

Kepala Bandar Udara Melalan, Sumariyanto. KELVIN NURDIN/KABARKUBAR.COM

“Kemungkinan bisa saja mendarat disini, disiasati dengan mengurangi bobot total saat akan lepas landas. Misalnya dengan mengurangi isi tangki bahan bakar, agar pesawat lebih ringan. Sehingga saat take off (lepas landas) bisa di runway yang 1.300 meter ini,” kata pria yang pernah menjabat Kepala Bandara Yuvai Semaring di Long Bawan Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, sejak tahun 2013 hingga awal 2017.

Untuk melengkapi persyaratan keselamatan bandara, imbuh Sumariyanto, akan dilakukan perluasan areal Runway End Safety Area atau RESA. Sebab standar RESA yang mengharuskan ada areal minimal sepanjang 150 meter di ujung dan samping kanan dan kiri Runway. “Kita akan bebaskan lahan dan tanam tumbuh sekitar bandara, kemudian menimbunnya untuk RESA. Di ujung runway akan ditambah 90 meter untuk mencukupi 150 meter sampai ke batas jalan raya. Kalau di samping sudah cukup,” jelasnya.

Diakuinya, tim dari Direktorat Jenderal Bandar Udara Kementerian Perhubungan akan datang dalam waktu dekat ini. Untuk meninjau fasilitas bandara yang telah dibangun pada tahun 2017 lalu. Bandara Melalan sendiri telah memiliki fasilitas terminal baru, dan mampu menampung sedikitnya 100 penumpang. “Sedangkan untuk Apron (lapangan parkir pesawat), ada perluasan 25 meter ke depan dan samping. Jadi sekarang luas Apron sudah 175 x 70 meter,” kata Sumariyanto.

Diungkapkan Sumariyanto, perpanjangan runway dan seluruh fasilitas baru di Bandara Melalan, dibiayai alokasi dari APBN. Termasuk biaya rutin atau gaji pegawai tahun 2017. Totalnya mencapai Rp60 miliar. Otoritas Bandara Melalan berupaya memaksimalkan pelayanan dengan membenahi manajemen, hingga kelaikan armada. Sebab Bandara Melalan, merupakan salah satu bandara terpenting di kawasan perbatasan Indonesia. “Kita juga akan benahi taksi di bandara, agar memiliki rute tetap,” pungkasnya. #Kelvin Nurdin

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here