Hits: 1

2 Alat Rapid Test Beda Merek Menyatakan Hasil Berbeda

Kapolsek Long Bagun, AKP Purwanto, ikut diperiksa darahnya dalam Uji Cepat atau Rapid Test massal di BPU Kampung Ujoh Bilang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

LONG BAGUN – KABARKUBAR.COM
Kabupaten Mahakam Ulu menjadi satu-satunya daerah di wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang bisa menerapkan kebijakan Tatanan Baru atau New Normal. Sebab kabupaten termuda di Bumi Etam ini dinyatakan belum ada pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19. Namun, beredar kabar angka nol untuk pasien positif Covid-19 selama ini telah pecah.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu membantah isu tersebut. “Belum. Masih menunggu hasil Swab Test dari Labkes (Laboratorium Kesehatan) Provinsi untuk nantinya dilakukan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction),” kata drg Agustinus Teguh Santoso pada Sabtu, 6 Juni 2020.



Selaku Ketua Tim Gerak Cepat Pencegahan Penyebaran Covid-19 Kabupaten Mahakam Ulu, Dokter Teguh mengakui ada hal yang meragukan. Yakni saat mengadaan Rapid Test atau Uji Cepat secara massal yang dilakukan di Kampung Ujoh Bilang, sebagai ibukota Kabupaten Mahulu. Dimulai Selasa, 2 Juni sampai Jumat, 4 Juni 2020 kemarin.

Personel Koramil 0912-03 Long Bagun juga mengikuti Rapid Test massal yang diadakan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Mahakam Ulu. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Menurutnya, Mahulu hendak menerapkan New Normal sebagai kebijakan dari Pemerintah Pusat. Lalu Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim menyarakan agar diadakan Rapid Test massal sebagai keharusan. “Memang ada yang hasilnya reaktif. Tapi kan mesti dites PCR atau Swab dulu,” kata Dokter Teguh yang juga Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Mahulu.

Rapid Test massal yang diadakan sejak Selasa, 2 Juni 2020 dan berakhir pada Jumat. 5 Juni 2020, diikuti sebanyak 796 orang. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM

Diakuinya, saat Rapid Test di Balai Pertemuan Umum Kampung Ujoh Bilang, ada hasil yang meragukan. Itu sebabnya harus dilakukan Swab Test untuk dilakukan pemeriksaan PCR. “Kami kan diberi dua merek alat Rapid Test. Ketika ada yang reaktif, kami cek pakai merek satunya kok hasilnya non reaktif,” ungkapnya.



Dijelaskan Dokter Teguh, Rapid Test massal dilakukan bertahap. Tahap pertama telah diikuti 796 orang yang dilakukan oleh petugas gabungan. Antara lain, Tenaga kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat Ujoh Bilang, Rumah Sakit Pratama Gerbang Sehat Mahulu, dan Dinas Kesehatan P2KB.

Ada juga tenaga kesehatan Pasukan Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia dari Batalyon Infanteri Raider 303/ Setia Sampai Mati, dan Raider 200/Bhakti Negara. Pengamanan oleh tim keamanan dari Polsek Long Bagun dan Koramil 0912-03 Long Bagun. #Sonny Lee Hutagalung

Comments

comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here